- Sebuah drone tak terdaftar muncul saat sesi latihan tertutup Timnas Korea Selatan di Meksiko pada Selasa lalu.
- Aparat keamanan Meksiko segera mencegat drone tersebut sebagai bagian dari operasi pengamanan ketat di seluruh kota tuan rumah.
- Pelatih Hong Myung-bo memastikan insiden tersebut tidak mengganggu persiapan tim menjelang laga kontra Meksiko pada Kamis mendatang.
Suara.com - Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, menyayangkan kemunculan sebuah drone saat timnya menjalani sesi latihan tertutup menjelang laga penting melawan Timnas Meksiko pada Grup A Piala Dunia 2026.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa ketika skuad Korea Selatan sedang bersiap menjalani latihan taktik. Aparat keamanan Meksiko kemudian mencegat drone tersebut karena tidak terdaftar secara resmi.
Menurut otoritas setempat, tindakan itu merupakan bagian dari operasi pengamanan yang diterapkan di seluruh kota tuan rumah Piala Dunia. Operasi tersebut melibatkan ribuan personel keamanan serta dukungan teknologi canggih guna menjaga keamanan selama turnamen berlangsung.
Peningkatan pengamanan dilakukan seiring upaya pemerintah memperkuat keamanan di negara bagian Jalisco yang selama ini menghadapi berbagai persoalan akibat aktivitas kelompok kriminal yang terlibat dalam perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya.
Meski insiden itu terjadi pada momen penting ketika tim hendak memulai latihan taktik, Hong memastikan persiapan timnya tidak terganggu secara signifikan.
"Itu tidak terlalu berdampak kepada kami, tetapi ketika kami sedang mempersiapkan pertandingan, itu adalah waktu yang paling penting, sehingga apa yang terjadi cukup disayangkan," kata Hong dilansir dari NST.
Korea Selatan datang ke pertandingan ini dengan modal positif setelah meraih kemenangan 2-1 atas Republik Ceko pada laga pertama. Hasil tersebut membuat mereka berpeluang mengukuhkan posisi di puncak klasemen Grup A jika mampu mengalahkan Meksiko.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Guadalajara pada Kamis (19/6/2026) diperkirakan berlangsung sengit karena Meksiko berstatus sebagai salah satu tuan rumah turnamen.
Hong menyadari timnya akan menghadapi tekanan dari dukungan besar suporter tuan rumah. Namun, ia yakin para pemain Korea Selatan memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi situasi tersebut.
"Para pemain saya pernah mengalami pertandingan seperti ini sebelumnya, jadi besok akan berbeda. Kami harus mengendalikan ritme dan jalannya pertandingan, lalu menentukan momen yang tepat untuk mengambil keputusan," ujar Hong.
Korea Selatan berharap dapat melanjutkan tren positif mereka dan semakin dekat dengan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026.