- Herve Renard resmi ditunjuk menjadi pelatih baru Timnas Tunisia untuk melanjutkan perjuangan di sisa laga fase grup Piala Dunia.
- Sebelumnya, Renard dipecat Federasi Arab Saudi setelah sempat menelan kekalahan dari Timnas Indonesia pada kualifikasi November 2024 lalu.
- Renard berkomitmen membangkitkan moral dan performa skuad Tunisia dalam laga sisa demi memulihkan harga diri tim pasca kekalahan telak.
Suara.com - Juru taktik asal Prancis, Herve Renard secara tak terduga dipastikan akan kembali meramaikan area teknis Piala Dunia 2026.
Meskipun sempat mencatatkan noda hitam berupa kekalahan dari Timnas Indonesia di babak kualifikasi zona Asia, pelatih berusia 57 tahun tersebut kini resmi mengemban tugas baru sebagai nakhoda anyar Timnas Tunisia.
Perjalanan Renard menuju Piala Dunia sebenarnya dirintis bersama Arab Saudi.
Juru taktik kharismatik tersebut sukses membawa tim berjuluk Elang Hijau melenggang ke putaran final dari babak kualifikasi putaran keempat zona Asia dalam grup yang dihuni oleh Irak serta skuad Garuda.
Namun sebelum kesuksesan tersebut dikunci, reputasi Renard sempat tercoreng setelah Arab Saudi dipaksa bertekuk lutut oleh Timnas Indonesia pada putaran ketiga kualifikasi.
Pada laga tanggal 24 November 2024 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, skuad Garuda secara fantastis menekuk Arab Saudi dengan skor 2-0 berkat sumbangan dua gol dari Marselino Ferdinan.
Kekalahan menyakitkan dari tim Merah Putih tersebut pada akhirnya hanyalah menjadi batu sandungan yang tidak menghentikan laju Arab Saudi lolos.

Namun, nasib malang tetap menimpa Renard lantaran dirinya dipecat oleh Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) menjelang putaran final Piala Dunia 2026 dimulai, dengan posisinya digantikan oleh Georgios Donis.
Di tengah statusnya yang menganggur, berkah mendadak justru menghampiri Renard.
Federasi Sepak Bola Tunisia memutuskan untuk mendepak pelatih Sabri Lamouchi pasca kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga perdana Grup F dan langsung menunjuk Renard untuk memimpin tim dalam dua laga sisa fase grup.
Menghadapi tantangan berat dengan waktu persiapan yang sangat mepet, mantan pelatih yang kenyang pengalaman di kancah Asia dan Afrika ini menegaskan bahwa dirinya enggan mencari-cari pembenaran taktis.
"Tidak ada alasan," ujar Renard dilansir dari laman resmi FIFA.
Ia menargetkan misi kebangkitan penuh demi memulihkan harga diri dan mengembalikan moral bertanding skuad Tunisia jelang lawan Jepang.
"Kami harus berjuang keras dan mengerahkan segala kemampuan untuk memenangkan pertandingan dan mengembalikan kepercayaan diri," kata Renard.
"Serta membangkitkan semangat seluruh negeri yang masih terpukul oleh hasil mengecewakan di laga pembuka," tegasnya.
