- Curacao meraih poin perdana dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah menahan imbang Ekuador 0-0 pada Minggu (21/6/2026).
- Pelatih Dick Advocaat mencetak rekor sebagai pelatih tertua di Piala Dunia saat memimpin Curacao dalam fase grup.
- Hasil imbang tersebut menjaga peluang Curacao lolos ke babak 32 besar sebelum menghadapi Pantai Gading pada Jumat mendatang.
Suara.com - Tinta emas sejarah baru berhasil diukir oleh salah satu kontestan debutan di Piala Dunia 2026, Curacao.
Negara kepulauan di Kepulauan Karibia yang dahulunya sempat dipermalukan oleh Timnas Indonesia sebanyak dua kali dalam laga persahabatan tersebut, secara luar biasa membuat kejutan.
Curacao sukses mencatatkan poin perdana mereka sepanjang sejarah turnamen akbar sepak bola sejagat setelah berhasil menahan imbang Ekuador dengan skor kacamata 0-0 pada Minggu (21/6/2026) pagi WIB.
Bentrokan sengit yang dilangsungkan di fase penyisihan Grup E tersebut menyajikan duel taktis yang ketat.
Kiper Ekuador, Hernan Galindez dan penjaga gawang milik Curacao, Eloy Room dipaksa bekerja ekstra keras sepanjang 90 menit pertandingan berjalan.
Kegemilangan performa kedua kiper tersebut sukses menjaga kesucian gawang masing-masing hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang tanpa gol ini sekaligus memastikan Timnas Jerman, yang sebelumnya sukses membungkam Pantai Gading keluar sebagai juara Grup E secara otomatis.
Meskipun ini merupakan poin perdana mereka, Curacao sebenarnya telah menorehkan beberapa catatan sejarah penting sejak laga pertama.
Pada pertandingan pembuka kontra Jerman, gelandang belia Livano Comenencia sukses mencatatkan namanya di buku rekor sebagai pemain pertama yang mencetak gol bagi Curacao di panggung Piala Dunia lewat sepakan kaki kirinya pada menit ke-21.
Selain itu, sang arsitek taktik legendaris, Dick Advocaat juga menorehkan rekor tersendiri sebagai pelatih tertua yang memimpin sebuah tim di putaran final Piala Dunia pada usia 78 tahun 260 hari.
Kesuksesan mencuri satu poin dari tim sekelas Ekuador tentu menjadi pencapaian luar biasa bagi negara dengan luas wilayah yang tergolong kecil tersebut.
Keberhasilan ini juga memperlihatkan perkembangan pesat mereka, mengingat pencinta sepak bola tanah air tentu masih mengingat jelas momen saat Curacao dipaksa menelan dua kekalahan beruntun dari Timnas Indonesia pada laga uji coba resmi FIFA Matchday tahun 2022 silam.
Kala itu, skuad Garuda berhasil membungkam mereka dengan skor 3-2 di Bandung dan kembali memetik kemenangan 2-1 di Bogor.
Kini di bawah tangan dingin Dick Advocaat, Curacao bertransformasi menjadi tim yang solid di panggung dunia.
Dengan hasil imbang ini, persaingan untuk memperebutkan satu tiket sisa menuju babak 32 besar dari Grup E masih terbuka lebar bagi Curacao, Ekuador, maupun Pantai Gading.
Jerman saat ini memimpin klasemen dengan dua kemenangan penuh, sedangkan tiga tim lainnya akan saling sikut pada laga pamungkas grup.
Curacao dijadwalkan akan melakoni duel hidup-mati menghadapi Pantai Gading pada Jumat (26/6/2026) mendatang, sementara di saat yang bersamaan Jerman akan menghadapi tantangan Ekuador.
