- Istri dan anak pesepak bola Lucas Trejo ditemukan meninggal dunia di Venezuela setelah pencarian selama 74 jam.
- Tragedi ini terjadi pasca gempa besar berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang wilayah Venezuela pada Rabu.
- Bencana alam tersebut mengakibatkan lebih dari 1.430 orang meninggal dunia dan puluhan ribu orang dinyatakan hilang.
Suara.com - Duka mendalam menyelimuti pesepak bola Argentina, Lucas Trejo, setelah istri dan anak-anaknya ditemukan meninggal dunia usai pencarian intensif selama 74 jam pasca gempa Venezuela.
Kabar tragis ini dikonfirmasi pada Sabtu malam (28/6/2026) oleh rekan sekaligus sesama pemain, Edson Tortolero.
Trejo, 38 tahun, sebelumnya berharap keluarganya selamat setelah dinyatakan hilang sejak gempa kembar mengguncang Venezuela pada Rabu.
Namun harapan itu pupus ketika tim penyelamat menemukan mereka dalam kondisi tidak bernyawa.
Klub yang dibela Trejo, Sport Maritimo La Guaira, turut menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan resmi.
“Kami sangat berduka atas kehilangan yang dialami keluarga Lucas Trejo. Setelah pencarian 74 jam, mereka ditemukan telah meninggal dunia,” tulis klub tersebut.
Edson Tortolero juga menyampaikan pesan duka melalui media sosial.
“Kami menginformasikan kepada masyarakat Venezuela dan Argentina bahwa jenazah keluarga Lucas Trejo telah ditemukan. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak dan memohon rasa hormat untuk keluarga di masa sulit ini,” tulisnya.
Beberapa jam sebelum kabar duka tersebut, Trejo sempat mengunggah foto bersama istri dan anak-anaknya di media sosial, seolah menjadi tanda harapan terakhir.
Hingga kini, ia belum memberikan pernyataan publik terkait tragedi yang menimpanya.
Laporan dari Argentina menyebut ayah dan saudara Trejo bahkan terbang ke Venezuela untuk membantu proses pencarian.
Sang istri, Yana, diketahui sempat menuliskan pesan penuh cinta pada ulang tahun Trejo pada April lalu, menyebut keluarganya sebagai berkah dalam hidup mereka.
Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo yang mengguncang Venezuela menyebabkan kerusakan luas.
Hingga Sabtu malam waktu setempat, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai lebih dari 1.430 orang, dengan sekitar 70.000 lainnya masih dinyatakan hilang.
