- Cape Verde mencetak sejarah sebagai negara terkecil yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Tim asuhan Bubista melaju ke fase gugur setelah mengumpulkan tiga poin dari tiga hasil imbang grup.
- Cape Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina dengan misi membawa kebanggaan bagi negara dan benua Afrika.
Suara.com - Cape Verde mencatat sejarah besar di Piala Dunia 2026 setelah memastikan langkah ke babak 32 besar. Meski kini harus berhadapan dengan juara bertahan Argentina yang diperkuat Lionel Messi, pelatih Bubista menegaskan timnya tidak akan gentar.
Bagi Cape Verde, keberhasilan lolos dari fase grup sudah menjadi pencapaian luar biasa. Tim berjuluk Tubarões Azuis itu melaju ke fase gugur usai bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H.
Hasil tersebut membuat Cape Verde mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan yang semuanya berakhir imbang.
Catatan unik itu mengantarkan mereka finis sebagai runner-up grup sekaligus menjadi negara dengan wilayah dan populasi terkecil yang pernah menembus babak gugur Piala Dunia.
Bubista Yakin Cape Verde Bisa Beri Kejutan
![Lionel Messi di Piala Dunia 2026 [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/25/18708-lionel-messi.jpg)
Meski berstatus sebagai tim debutan, Bubista menegaskan anak asuhnya tidak akan datang ke pertandingan melawan Argentina hanya untuk memenuhi jadwal. Ia yakin Cape Verde masih mampu membuat kejutan.
“Ini sedikit mengejutkan, meskipun kami selalu menanamkan pikiran bahwa kami bisa mencapai tahap ini setelah melihat hasil dua pertandingan pertama,” kata Bubista dikutip dari Reuters.
“Kami negara kecil, tetapi kami berjuang untuk apa yang ingin kami capai. Bagi kami, tidak ada yang mustahil,” jelasnya.
Pada babak 32 besar, Cape Verde akan menghadapi tantangan terbesar mereka sejauh ini. Di hadapan mereka sudah menanti Argentina yang tampil impresif sepanjang fase grup dan masih diperkuat megabintang Lionel Messi.
Meski mengakui kualitas lawan, Bubista memastikan timnya tetap akan mempertahankan identitas permainan yang selama ini menjadi kekuatan utama.
“Kami akan memainkan permainan kami dengan sikap yang benar dan penuh tanggung jawab, tetapi juga dengan kepribadian dan karakter kami sendiri. Mereka memiliki Messi, yang tidak perlu diperkenalkan lagi,” ujar mantan bek tersebut.
Membawa Misi untuk Cape Verde dan Afrika
Bubista juga mengungkapkan bahwa duel melawan Argentina memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar pertandingan sepak bola.
Menurutnya, banyak warga Cape Verde yang menetap di Argentina sehingga laga ini memiliki nilai emosional bagi masyarakat negaranya.
Pelatih berusia 46 tahun itu menegaskan timnya membawa misi untuk membanggakan negaranya sekaligus mewakili Afrika di panggung sepak bola dunia.
Duel Argentina melawan Cape Verde diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Di atas kertas, Lionel Messi dan kolega memang lebih diunggulkan.
Namun, Cape Verde datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah mencetak sejarah dan siap membuktikan bahwa mereka mampu menghadirkan kejutan besar di turnamen ini.
“Kami tidak hanya mewakili pulau kami, tetapi juga mewakili Afrika. Ini adalah sumber kebanggaan yang sangat besar," ucapnya.
"Ini membuktikan bahwa negara terkecil sekalipun bisa menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil jika Anda memiliki kekuatan, tekad, fokus, kemauan, dan ketahanan,” pungkas Bubista.
