Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Belanja Pengadaan Pemerintah Tembus Rp1.193 Triliun, Jadi Motor Ekonomi Hijau
Ilustrasi ekonomi hijau (Photo by Kindel Media/Pexels)
baca 10 detik
  • RUP pemerintah 2025 mencapai Rp1.193,6 triliun.
  • Pengadaan berpotensi mendorong ekonomi hijau dan UMKM.
  • AI dan ESG didorong untuk memperkuat rantai pasok berkelanjutan.

Suara.com - Belanja pemerintah melalui pengadaan barang dan jasa memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak transformasi ekonomi Indonesia menuju sistem yang lebih hijau dan inklusif. Berdasarkan agregasi data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), total Rencana Umum Pengadaan (RUP) kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah pada 2025 mencapai sekitar Rp1.193,6 triliun.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa keputusan pemerintah dalam membeli barang dan jasa bukan sekadar persoalan administratif. Pilihan produk, vendor, hingga standar yang diterapkan berpotensi menentukan arah kegiatan ekonomi sekaligus memberikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Potensi besar tersebut menjadi perhatian RMIT University Australia yang membawa keahlian global di bidang kecerdasan buatan (AI), sustainable procurement, dan praktik bisnis regeneratif ke Indonesia.

Inisiatif tersebut hadir ketika organisasi semakin dituntut menerjemahkan komitmen keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG) ke dalam keputusan pengadaan sehari-hari.

Dengan nilai pengadaan mencapai lebih dari Rp1.000 triliun, perubahan standar procurement pemerintah dinilai dapat menciptakan efek berantai terhadap dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Indonesia sendiri memiliki lebih dari 64 juta UMKM yang berkontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap hampir 97% tenaga kerja. Karena itu, perubahan dalam pola pengadaan dapat membuka peluang sekaligus menciptakan tuntutan baru bagi pelaku usaha dalam negeri.

RMIT Southeast Asia Hub menggandeng BINUS University melalui BINUS Center of Excellence in Sustainability untuk mempertemukan pemimpin perusahaan, profesional procurement, dan pembuat kebijakan.

Kolaborasi tersebut akan membahas pemanfaatan AI, transparansi data, serta strategi regeneratif untuk meningkatkan kinerja vendor, mengelola risiko, dan memperkuat ketahanan rantai pasok.

Salah satu instrumen yang diperkenalkan adalah Sustainable Procurement Disclosure Index. Indeks yang dikembangkan peneliti supply chain RMIT tersebut digunakan untuk membantu organisasi mengukur transparansi serta dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari praktik pengadaan.

baca juga

AI juga akan menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi vendor, mengidentifikasi potensi risiko, hingga membantu pelaporan keberlanjutan.

Namun, penerapan AI dalam procurement tetap membutuhkan pengawasan manusia dan akuntabilitas agar keputusan yang dihasilkan tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur RMIT Indonesia, Tantia Dian Permata Indah, mengatakan besarnya belanja pengadaan pemerintah membuat procurement harus dilihat sebagai instrumen strategis.

“Ketika belanja pengadaan pemerintah melibatkan lebih dari seribu triliun rupiah, fungsi procurement tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai urusan administratif di belakang layar,” ujar Tantia.

Menurut dia, keberlanjutan justru diwujudkan melalui keputusan sehari-hari, mulai dari barang yang dibeli, vendor yang dipilih, standar yang harus dipenuhi, hingga cara mengukur kinerja.

“RMIT membantu para pengambil keputusan di Indonesia memanfaatkan data dan AI secara bertanggung jawab, agar keputusan tersebut lebih transparan, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI

Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Terkini

13 Bank Bangkrut di 2026! Bos LPS Janji Duit Nasabah Balik 5 Hari, Yang Cair Hanya Rp2 M

13 Bank Bangkrut di 2026! Bos LPS Janji Duit Nasabah Balik 5 Hari, Yang Cair Hanya Rp2 M

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 17:53 WIB

Gubernur Koster Tegas: Jangan Biarkan AI Hapus Kecerdasan Budaya Bali

Gubernur Koster Tegas: Jangan Biarkan AI Hapus Kecerdasan Budaya Bali

Bali | Sabtu, 05 September 2026 | 17:53 WIB

Jalan Pintas atau Strategi Kerja Cerdas? Realita Menulis Artikel Dibantu AI

Jalan Pintas atau Strategi Kerja Cerdas? Realita Menulis Artikel Dibantu AI

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 17:50 WIB

Cerita Unik Petani Lebak Alih Profesi Saat Kemarau: Dari Ojek hingga Kuli Panggul

Cerita Unik Petani Lebak Alih Profesi Saat Kemarau: Dari Ojek hingga Kuli Panggul

Banten | Sabtu, 05 September 2026 | 17:44 WIB

Asal Usul Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Terbongkar Usai Longsor Maut

Asal Usul Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Terbongkar Usai Longsor Maut

Sulsel | Sabtu, 05 September 2026 | 17:34 WIB

Jari Lentik Seskab Teddy Mainkan Pulpen saat Putin Bicara Viral Disamakan dengan Britney Spears

Jari Lentik Seskab Teddy Mainkan Pulpen saat Putin Bicara Viral Disamakan dengan Britney Spears

Entertainment | Sabtu, 05 September 2026 | 17:31 WIB

Ribut-ribut Purbaya Vs Pramono Soal Obligasi Jakarta

Ribut-ribut Purbaya Vs Pramono Soal Obligasi Jakarta

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 17:29 WIB

Tak Gentar Kepung 'Kandang' Spanyol, Pembalap Muda Indonesia Panaskan Perebutan Gelar Moto3

Tak Gentar Kepung 'Kandang' Spanyol, Pembalap Muda Indonesia Panaskan Perebutan Gelar Moto3

Sport | Sabtu, 05 September 2026 | 17:23 WIB

Habis 7,2 Triliun! Mampukah Tottenham Atasi Nottingham Malam Ini?

Habis 7,2 Triliun! Mampukah Tottenham Atasi Nottingham Malam Ini?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 17:20 WIB

Viral Tangis Histeris WN India Jadi Korban Jambret di Gondangdia, Polisi Buru Pelaku

Viral Tangis Histeris WN India Jadi Korban Jambret di Gondangdia, Polisi Buru Pelaku

News | Sabtu, 05 September 2026 | 17:17 WIB

×