-
Dedikasi gol emosional Kylian Mbappe berhasil menguatkan pelatih Didier Deschamps yang sedang berduka.
-
Perancis tampil sangat produktif dengan selalu mencetak minimal tiga gol dalam empat laga.
-
Michael Olise tampil gemilang mendukung lini serang Perancis jelang laga menghadapi Paraguay.
Suara.com - Kylian Mbappe membuktikan bahwa ban kapten di lengannya bukan sekadar simbol penanda pemimpin di dalam lapangan hijau. Striker andalan tersebut mendedikasikan gol pembukanya untuk Didier Deschamps demi menguatkan sang pelatih yang baru saja kehilangan ibundanya.
Aksi emosional tersebut mengiringi kemenangan telak Perancis dengan skor 3-0 atas Swedia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Solidaritas emosional ini menjadi bukti sahih betapa kokohnya keharmonisan internal yang dimiliki skuad Les Bleus.
Kehadiran Mbappe sebagai sosok pemimpin tidak hanya krusial dalam urusan mencetak gol bagi tim nasional. Tindakan simpatik sang kapten sanggup memulihkan atmosfer psikologis seluruh tim yang sempat terguncang akibat kabar duka tersebut.
![Kylian Mbappe melontarkan candaan soal AC usai membawa Prancis lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Les Bleus selanjutnya akan menghadapi Paraguay. [FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/01/55426-kylian-mbappe-prancis-vs-swedia.jpg)
"Gestur Kylian benar-benar menyentuh saya," kata Deschamps dikutip dari ESPN, Rabu (1/7/2026).
"Dia adalah kapten kami, dan saya tidak hanya mengatakan hal-hal baik demi kepentingannya tetapi karena dia telah menjadi teladan sejak hari pertama."
Deschamps sempat meninggalkan pemusatan latihan Perancis dan melewatkan pertandingan pamungkas fase grup demi menghadiri pemakaman sang ibu. Namun, sekembalinya sang pelatih ke pinggir lapangan, para penggawa Les Bleus langsung menunjukkan performa yang sangat fokus.
"Skuad ini bersatu. Mereka melakukan apa yang diperlukan saat saya pergi, dan lebih baik saya tidak ada di sana, baik untuk mereka maupun untuk saya," Deschamps menambahkan.
"Namun begitu saya kembali, mereka tahu saya bersama mereka, dan itu adalah hal yang sangat baik. Pola pikir sebuah tim tidak memenangkan pertandingan dengan sendirinya, tetapi saya tahu betul bahwa itu bisa membuat Anda kalah."
Keharmonisan internal ini berbanding lurus dengan ketajaman lini serang Perancis yang tampil sangat mengerikan sepanjang turnamen. Perancis sukses menyapu bersih 4 laga Piala Dunia dengan selalu menggelontorkan minimal 3 gol ke gawang lawan.
Mbappe kini bertengger sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026 bersama Lionel Messi dengan koleksi 6 gol. Selain sang kapten, sorotan tajam juga mengarah pada performa impresif penyerang Bayern Munchen, Michael Olise.
Olise tampil memukau dengan menyumbang 2 umpan matang saat membungkam perlawanan Swedia di atas lapangan. Tambahan tersebut membuat kontribusi personalnya meningkat menjadi 5 asis sepanjang turnamen akbar ini berlangsung.
"Ketika dia menguasai bola, itu sangat indah," kata Deschamps.
"Dia memainkan sepak bola kelas dunia. Dia menjalani musim yang sangat baik dan membutuhkan sedikit waktu, tetapi dia memiliki pengaruh yang luar biasa di dalam skuad. Dia melengkapi penyerang lainnya dengan baik, dan pemahaman mereka di lapangan menjadi otomatis."
Langkah mulus raksasa Eropa ini terasa kontras dengan nasib tragis yang menimpa tim-tim besar lainnya. Jerman dan Belanda harus mengepak koper lebih awal setelah tersingkir secara mengejutkan pada fase gugur.
Perancis yang tampil dominan mampu melewati hadangan Swedia tanpa kesulitan berarti demi mengamankan tempat di fase berikutnya. Ujian selanjutnya bagi Les Bleus adalah menghadapi tantangan Paraguay pada laga yang digelar di Philadelphia.
"Kami telah melihat pertandingan sistem gugur lainnya. Ini sulit bagi semua orang. Ini tidak terlalu menjadi perjuangan bagi kami karena kami mengeksekusi rencana permainan kami dengan sangat baik, tetapi kami baru saja mencapai babak 16 besar," tambah pelatih Les Bleus tersebut.
"Kami tahu apa yang menanti kami dalam empat hari. Kami harus mengulangi performa ini melawan lawan dengan kualitas berbeda, meskipun jelas, tim Perancis memiliki pemain-pemain yang sangat berbakat. Dan ketika mereka bermain dengan pola pikir dan fokus seperti itu, itu sangat bagus."
Sebelum laga krusial ini bergulir, ruang ganti Timnas Perancis sempat diliputi suasana duka yang mendalam. Pelatih kepala Didier Deschamps terpaksa meninggalkan tim untuk sementara waktu karena sang ibu meninggal dunia.
Kendati sempat bermain tanpa didampingi pelatih utama pada akhir fase grup, keutuhan komitmen para pemain tidak goyah. Dedikasi emosional dari Kylian Mbappe dan performa impresif Michael Olise akhirnya menjadi kunci peredam tekanan psikologis sekaligus memastikan langkah Perancis tetap mantap di jalur juara.
