- Willy Sagnol memuji performa Michael Olise yang tampil impresif bersama tim nasional Prancis di Piala Dunia 2026.
- Sagnol menilai gelandang berusia 24 tahun tersebut layak meraih penghargaan Ballon d'Or atas kontribusi bagi timnya.
- Prancis berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swedia dengan skor tiga gol.
Suara.com - Mantan pemain Timnas Perancis, Willy Sagnol, melontarkan pujian kepada Michael Olise yang tampil impresif bersama Les Bleus di Piala Dunia 2026.
Sagnol menilai gelandang serang berusia 24 tahun itu layak meraih Ballon d'Or tahun ini.
Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah pemain yang tampil menonjol.
Lionel Messi dan Kylian Mbappe bersaing di daftar pencetak gol terbanyak, sementara Luis Diaz bersama Kolombia dan Vinicius Junior yang memperkuat Brasil juga mencuri perhatian lewat performa mereka.
Di tengah sorotan terhadap para bintang tersebut, Sagnol justru menilai Olise sebagai pemain terbaik di dunia saat ini.
![Kylian Mbappe melontarkan candaan soal AC usai membawa Prancis lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Les Bleus selanjutnya akan menghadapi Paraguay. [FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/01/12893-kylian-mbappe-michael-olise-prancis-vs-swedia.jpg)
Berbicara kepada Bild menjelang pertandingan Perancis melawan Swedia pada babak 32 besar, Sagnol menyebut performa Olise berada di level yang berbeda dibandingkan pemain lain.
"Tidak perlu banyak berbicara tentang dia. Cukup nikmati setiap aksinya di lapangan. Michael Olise adalah pemain terbaik di dunia saat ini. Jika dia tidak memenangkan Ballon d'Or pada akhir tahun, berarti ada sesuatu yang salah dengan sepak bola," ujar Sagnol melansir Sport Bible, Rabu (1/7/2026).
Mantan finalis Piala Dunia 2006 itu juga memuji karakter permainan Olise yang dinilainya selalu mengutamakan kepentingan tim.
"Olise tidak peduli apakah dia mencetak gol atau memberikan assist. Dia selalu memikirkan apa yang terbaik bagi tim, bukan untuk dirinya sendiri," katanya.
Sagnol kemudian membandingkan sikap Olise dengan mantan rekan setimnya di tim nasional Perancis, Zinedine Zidane.
"Zinedine Zidane juga memiliki karakter seperti itu. Sementara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, yang mendominasi sepak bola dunia selama bertahun-tahun, lebih berorientasi pada statistik individu," ujarnya.
Prancis memastikan langkah ke babak 16 besar setelah mengalahkan Swedia dengan skor 3-0. Pada fase berikutnya, skuad asuhan Didier Deschamps akan menghadapi Paraguay.
Pertemuan tersebut mengingatkan pada Piala Dunia 1998 ketika Prancis mengalahkan Paraguay 1-0 melalui gol Laurent Blanc pada babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Meski mewaspadai Paraguay yang sebelumnya menyingkirkan Jerman, Perancis tetap difavoritkan untuk melaju ke perempat final berbekal performa impresif yang ditunjukkan sepanjang turnamen.
