-
Bernardo Silva menyoroti masalah adaptasi taktik Portugal akibat pemain yang tersebar di berbagai liga.
-
Pelatih Zlatko Dalic membela skuad Kroasia dari kritik publik setelah berhasil lolos fase gugur.
-
Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 disiarkan langsung TVRI pada Jumat (3/6/2026) subuh.
Suara.com - Laga hidup mati antara Portugal dan Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 bukan sekadar pembuktian taktik semata. Pertempuran di Toronto Stadium ini menjadi ujian berat bagi kohesi skuad Selecao das Quinas yang dihuni pemain lintas kompetisi.
Bintang lapangan tengah Portugal, Bernardo Silva, secara terbuka mengakui adanya hambatan besar dalam menyatukan visi bermain timnya. Minimnya waktu berkumpul membuat proses penyatuan karakter bermain dari berbagai liga Eropa menjadi pekerjaan rumah yang rumit.
Di luar urusan strategi, Bernardo Silva justru melemparkan pujian mendalam kepada dirigen lini tengah lawan, Luka Modric. Gelandang Manchester City tersebut memandang sang kapten veteran sebagai figur panutan yang menginspirasi karier sepak bolanya.
![Gelandang serang Manchester City, Bernardo Silva merayakan gol ke gawang Bournemouth pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (4/11) malam WIB. [PAUL ELLIS / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/05/48029-bernardo-silva-manchester-city.jpg)
"Luka sebenarnya adalah idola saya, bukan hanya karena cara dia bermain dan mampu bertahan di level tertinggi, tetapi juga karena bagaimana dia menjalani kariernya," kata Silva, dikutip dari Reuters.
Kekaguman tersebut bahkan terwujud dalam bentuk koleksi pribadi yang sangat bernilai di rumahnya. Silva bercerita pernah meminta baju tanding sang maestro setelah laga level klub berlalu.
"Saya pernah meminta jersei-nya setelah salah satu pertandingan Manchester City melawan Real Madrid. Itu menjadi salah satu jersei paling spesial yang saya miliki di rumah. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, hanya saja tidak dalam dua hari ke depan karena kami ingin mengalahkannya," ujarnya sambil tersenyum.
Pertandingan krusial ini dijadwalkan tayang secara langsung melalui saluran TVRI dan TVRI Sport pada Jumat (3/6/2026) pagi mulai pukul 05.00 WIB. Pemenang dari partai panas ini sudah ditunggu oleh jalur turnamen yang semakin terjal ke depan.
Secara statistik historis, Selecao das Quinas memang lebih mendominasi dengan mengemas tujuh kemenangan dari sepuluh bentrokan terakhir. Namun, ketangguhan mental Kroasia dalam membalikkan prediksi pada turnamen besar tetap menjadi ancaman nyata.
Konteks persaingan ini lahir setelah kedua tim papan atas Eropa tersebut menyandang status peringkat kedua di grup masing-masing. Portugal finis di bawah Kolombia pada Grup K, sementara Kroasia melaju setelah bangkit dari kekalahan awal di Grup L.
