Moussa Niakhate Menyesali Detail Kecil yang Menghancurkan Mimpi Senegal di Piala Dunia 2026

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 Juli 2026 | 14:40 WIB
Moussa Niakhate Menyesali Detail Kecil yang Menghancurkan Mimpi Senegal di Piala Dunia 2026
Pesepak bola Timnas Prancis U-17 Aymen Sadi berusaha menghentikan pemain Timnas Senegal Yaya Dieme U-17 dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (22/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Senegal tersingkir tragis dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-3 dari Belgia.

  • Moussa Niakhaté mengakui runtuhnya konsentrasi selama lima menit menjadi penyebab utama kekalahan.

  • Belgia melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi tuan rumah Amerika Serikat.

Suara.com - Konsentrasi yang buyar dalam waktu singkat menghancurkan mimpi besar Senegal untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Keunggulan dua gol yang sempat digenggam Singa Teranga sirna seketika akibat kebangkitan kilat yang ditunjukkan oleh Belgia.

Stadion Lumen Field di Seattle menjadi saksi bisu bagaimana dominasi taktik raksasa Afrika tersebut runtuh secara tragis. Kekalahan tipis 2-3 pada laga babak 32 besar ini memaksa anak asuh Aliou Cisse mengepak koper lebih awal.

Bek tangguh Senegal, Moussa Niakhate, tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya setelah peluit panjang berbunyi. Pemain belakang tersebut merasakan kepedihan mendalam karena timnya sempat memegang kendali penuh atas jalannya laga.

Pesepak bola Timnas Prancis U-17 Paul Argney berusaha menghalau tendangan pemain Timnas Senegal U-17 Clayton Diandy dalam  pertandingan babak 16 besar Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (22/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pesepak bola Timnas Prancis U-17 Paul Argney berusaha menghalau tendangan pemain Timnas Senegal U-17 Clayton Diandy dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia U-17 2023 di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (22/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Kami sangat kecewa. Dalam lima menit kami kehilangan dua gol, padahal selama 80 menit kami bermain sangat baik,” ujar Niakhaté dikutip di laman FIFA, Kamis (2/7/2026).

Kelalaian mengantisipasi perubahan ritme permainan musuh terbukti harus dibayar mahal dengan harga yang sangat tinggi. Lini belakang yang sebelumnya tampil solid mendadak kehilangan koordinasi pada momen-momen paling krusial.

Niakhaté menilai hasil akhir pertandingan Rabu malam waktu setempat itu terasa sangat kejam bagi seluruh anggota tim. Kelengahan dalam mengawal pergerakan penyerang lawan membuat momentum emas yang sudah dibangun langsung menguap.

“Kami memberikan segalanya. Tentu ada kesalahan, kalau tidak kami pasti lolos ke babak berikutnya,” katanya.

Hilangnya fokus pertahanan membuat Setan Merah leluasa mengeksploitasi ruang sempit di area penalti. Padahal, performa Senegal pada paruh pertama laga sempat digadang-gadang sebagai penampilan terbaik mereka sepanjang turnamen.

Ekspektasi tinggi publik sepak bola dunia kini berubah menjadi beban moral yang sangat berat bagi para pemain. Sebagai jawara bertahan Piala Afrika, target menembus fase krusial turnamen global ini kini resmi kandas.

baca juga

“Kami ingin memberikan perjalanan yang hebat di Piala Dunia ini. tim ini 100 persen bertekad melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi hari ini kami tidak cukup baik,” ujarnya.

Rasa bersalah yang berkecamuk kini menyelimuti ruang ganti perwakilan benua hitam tersebut setelah kegagalan ini. Para pemain menyadari dampak emosional dari kekalahan menyakitkan ini akan merembet hingga ke tanah air mereka.

“Saya tidak bisa membayangkan orang-orang Senegal di Dakar, di seluruh dunia. Kami membuat mereka bangga selama beberapa bulan terakhir, tapi hari ini kami mengecewakan mereka,” katanya.

Meski terpukul, seluruh penggawa lapangan dipastikan telah memeras keringat secara maksimal demi lambang di dada. Sayangnya, dewi fortuna kali ini lebih berpihak pada efisiensi serangan balik yang diperagakan armada Eropa.

Terkait keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kontroversial bagi lawan, sang bek memilih bersikap netral. Dirinya enggan mencari kambing hitam atas hasil negatif yang sudah dipastikan di atas lapangan hijau.

“Saya tidak melihat ulangannya. Saya tidak ingin berbicara soal penalti. Kalau Anda bilang itu penalti, ya berarti penalti,” ujarnya.

Kekalahan ini memperpanjang catatan minor tim-tim Afrika saat menghadapi kedisiplinan taktis dari wakil Benua Biru. Senegal yang sejatinya diunggulkan justru gagal mengulangi kejayaan sejarah mereka pada edisi-edisi terdahulu.

Hasil krusial di Seattle ini sekaligus memastikan tiket babak 16 besar menjadi milik Kevin De Bruyne dan kawan-kawan. Belgia kini langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi tantangan berat dari sang tuan rumah, Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kata-kata Thomas Tuchel Timnas Inggris Susah Payah Kalahkan Kongo, Disambar Gol Kilat

Kata-kata Thomas Tuchel Timnas Inggris Susah Payah Kalahkan Kongo, Disambar Gol Kilat

Bola | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:40 WIB

Cape Verde Siap Menang, Argentina Patut Waspada Jelang Perebutan 16 Besar

Cape Verde Siap Menang, Argentina Patut Waspada Jelang Perebutan 16 Besar

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:13 WIB

Harry Styles Rasa Suporter Lokal dan Menggemanya Wonderwall: Sisi Lain Kemenangan Inggris

Harry Styles Rasa Suporter Lokal dan Menggemanya Wonderwall: Sisi Lain Kemenangan Inggris

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:07 WIB

Terkini

Niat Menolong Teman, Remaja 14 Tahun di Palembang Ditemukan Meninggal di Sungai Musi

Niat Menolong Teman, Remaja 14 Tahun di Palembang Ditemukan Meninggal di Sungai Musi

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:35 WIB

5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga

5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:35 WIB

4 Clay Mask Ampuh Bersihkan Pori untuk Cegah Bruntusan pada Kulit Berminyak

4 Clay Mask Ampuh Bersihkan Pori untuk Cegah Bruntusan pada Kulit Berminyak

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Meski Bangunan Retak Pasca Gempa, Layanan Penerbangan Tetap Berjalan di NTT

Meski Bangunan Retak Pasca Gempa, Layanan Penerbangan Tetap Berjalan di NTT

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Industri Maritim Naik Kelas, Digitalisasi Perkuat Layanan Kapal hingga Kepelabuhanan

Industri Maritim Naik Kelas, Digitalisasi Perkuat Layanan Kapal hingga Kepelabuhanan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Dari Sawah Jawa Tengah untuk Meja Makan Indonesia

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Kirab Bendera Sang Merah Putih Dimulai Jam Berapa? Ini Rangkaian Acara HUT RI ke-81

Kirab Bendera Sang Merah Putih Dimulai Jam Berapa? Ini Rangkaian Acara HUT RI ke-81

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Promo Tiket Kereta Api Masih Tersedia, 16.913 Kursi Telah Terjual Hari Ini

Promo Tiket Kereta Api Masih Tersedia, 16.913 Kursi Telah Terjual Hari Ini

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Peringatan Detik-Detik Proklamasi Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi Upacara HUT RI ke-81

Peringatan Detik-Detik Proklamasi Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi Upacara HUT RI ke-81

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing

Hari Jadi Ke-81 Jateng: Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing

Jawa Tengah | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:10 WIB

×