- Portugal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kroasia dengan skor akhir 2-1.
- Cristiano Ronaldo mencetak gol sejarah namun minim kontribusi fisik serta sentuhan bola dalam permainan terbuka tim.
- Pelatih Roberto Martinez kini mengevaluasi efektivitas lini depan menjelang laga krusial menghadapi Spanyol di babak selanjutnya.
Suara.com - Timnas Portugal memang sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, performa sang kapten, Cristiano Ronaldo, justru memunculkan alarm bagi tim.
Keberhasilan menumbangkan Kroasia 2-1 di babak 32 besar menyisakan catatan yang kontradiktif bagi pemain berjuluk CR7 tersebut.
Meski sukses mengukir sejarah sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia, statistik pergerakan Ronaldo di lapangan menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pelatih Roberto Martinez menjelang duel klasik melawan Spanyol pada babak 16 besar.
Ronaldo Minim Terlibat di Kotak Penalti
![Cristiano Ronaldo menangis sambil mengenakan jersi No. 21 milik mendiang Diogo Jota usai Portugal mengalahkan Kroasia di Piala Dunia 2026. [Dok. brfootball/x]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/03/89551-cristiano-ronaldo.jpg)
Mengutip laporan Reuters, terungkap fakta menarik mengenai keterlibatan Ronaldo dalam permainan terbuka Portugal.
Sepanjang 81 menit berada di lapangan, megabintang berusia 41 tahun itu hanya mencatatkan satu sentuhan bola di dalam kotak penalti lawan.
Ironisnya, satu-satunya sentuhan tersebut terjadi saat ia mengeksekusi penalti pada menit ke-68 yang berbuah gol penyama kedudukan.
Statistik tersebut menunjukkan Portugal kesulitan mengalirkan bola kepada Ronaldo dalam situasi open play.
Ronaldo juga tampak kesulitan menemukan ruang maupun memenangkan duel fisik dengan lini belakang Kroasia.
Pergantian Ronaldo Jadi Titik Balik Portugal
Melihat kebutuhan tim di lini tengah, Roberto Martinez akhirnya mengambil keputusan berani dengan menarik keluar Ronaldo saat skor masih 1-1.
Pelatih Portugal kemudian memasukkan Ruben Neves untuk memperkuat keseimbangan permainan.
Keputusan tersebut terbukti efektif. Portugal tampil lebih dinamis dan akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Goncalo Ramos pada masa injury time.
"Saya pikir tim telah melakukan pergantian pemain, kami masuk untuk menekan dan mencetak gol. Itulah yang kami tahu, dan pada akhirnya pelatih melakukannya dengan sangat baik," ujar Goncalo Ramos.
Tantangan Besar Menanti Spanyol
Performa Ronaldo sepanjang turnamen memang mulai menjadi perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.
Selain laga melawan Uzbekistan, Ronaldo dinilai belum memberikan kontribusi maksimal, terutama dalam membantu fase bertahan Portugal.
Gaya bermainnya yang lebih statis di lini depan membuat rekan-rekannya harus bekerja lebih keras ketika kehilangan bola.
Ramos mengakui bahwa pertandingan fase gugur menuntut seluruh pemain memberikan energi maksimal.
"Sulit karena ini adalah pertandingan di mana jika Anda tidak menang, Anda pulang. Tetapi bagi saya pribadi, saya sangat menyukai momen seperti ini," ujar Ramos.
Kini, Roberto Martinez dihadapkan pada keputusan penting menjelang duel melawan Spanyol.
Menghadapi tim dengan dominasi penguasaan bola seperti La Roja, Portugal membutuhkan keseimbangan di setiap lini.
Statistik Ronaldo saat menghadapi Kroasia dipastikan menjadi salah satu bahan evaluasi staf pelatih sebelum menentukan susunan pemain terbaik.
Apakah Martinez tetap mempercayakan posisi starter kepada sang legenda, atau memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain yang menawarkan mobilitas lebih tinggi, menjadi pertanyaan besar jelang duel panas tersebut.
