Suara.com - Sebelum menyatakan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, beberapa pahlawan Indonesia melakukan rapat untuk merumuskan teks proklamasi. Tahukah kamu ada sebuah fakta menarik dari naskah proklamasi ini, yakni naskah tersebut pernah dibuang ke tempat sampah?
Naskah yang ditulis tangan Bung Karno pernah dibuang ke keranjang sampah. Pasalnya, mereka menganggap bahwa naskah tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi. Kala itu, beruntungnya ada Burhanuddin Mohammad Diah yang memungut kembali naskah proklamasi untuk dijadikan dokumen pribadi
Naskah ditulis di lembar kertas dari blocknote. Setidaknya terdapat 15 lubang di bagian tengah kertas akibat dimakan serangga. Warna kertas yang semula berwarna putih telah berubah menjadi kuning kecokelatan.
Bagian tengah dan sebelah bawah terlihat bercak kecokelatan karena reaksi kimia bahan perekat pada selotip yang mengering. Meskipun demikian, semua kalimat yang ada masih dapat dibaca dengan jelas.
Selengkapnya dalam video ini.