- Timnas Tanjung Verde tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah tipis 2-3 dari Argentina di Miami Stadium.
- Pelatih Bubista bangga karena timnya mampu memaksa juara bertahan Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu 120 menit.
- Meski gagal melaju ke babak 16 besar, para pemain Tanjung Verde dinilai menunjukkan karakter dan identitas nasional kuat.
Suara.com - Pelatih Timnas Tanjung Verde, Bubista, mengungkapkan rasa bangga meski timnya harus tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026 setelah memberikan perlawanan sengit kepada Argentina.
Mantan bek tengah yang menjadi arsitek kebangkitan sepak bola Tanjung Verde itu menilai respons para pemainnya setelah kekalahan menunjukkan perkembangan mental yang luar biasa di level internasional.
Pada laga babak 32 besar di Miami Stadium, Tanjung Verde harus mengakui keunggulan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 2-3 setelah bertarung selama 120 menit.
Bubista mengungkapkan suasana ruang ganti dipenuhi rasa sedih karena peluang untuk melangkah ke babak 16 besar sebenarnya sudah sangat dekat.
"Perasaan di ruang ganti adalah kesedihan, kami sedih karena kami meninggalkan kompetisi dan karena kami sudah sangat dekat, sangat dekat," ujar Bubista kepada wartawan dikutip dari Reuters, Sabtu (4/7/2026).
Meski diselimuti kekecewaan, Bubista terharu melihat para pemain saling berpelukan dan menangis bersama sebagai bukti kuatnya ikatan dalam tim.
Bangga dengan Karakter Tanjung Verde

Bagi Bubista, momen emosional tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan tim yang sebagian besar diperkuat pemain yang tidak berkarier di liga-liga elite Eropa.
Ia menilai keberhasilan Tanjung Verde memaksa Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.
"Saya merasakan kebanggaan pada pemain saya dan apa yang mereka lakukan, mereka melakukannya dengan martabat dan keberanian," kata Bubista.
Menurutnya, Argentina memang menunjukkan kualitas sebagai juara dunia. Namun, Tanjung Verde telah membuktikan mampu bersaing dan tidak gentar menghadapi tim terbaik dunia.
Bahkan, Bubista menilai tidak banyak tim yang mampu mencetak dua gol ke gawang Argentina sekaligus memaksa pertandingan berlangsung hingga extra time.
"Saya pikir itu menunjukkan karakter tim kami, betapa terampilnya tim kami, mereka melakukannya dengan keberanian dan kami tidak pernah kehilangan identitas kami," tegasnya.
Membawa Identitas Tanjung Verde ke Panggung Dunia
Sepanjang Piala Dunia 2026, Bubista selalu menekankan bahwa keikutsertaan Tanjung Verde bukan hanya soal hasil pertandingan.
