- Timnas Prancis akan menghadapi Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Philadelphia pada hari Sabtu mendatang.
- Pelatih Didier Deschamps mewaspadai suhu panas ekstrem mencapai 38 derajat Celsius yang dapat menguras fisik dan fokus pemain.
- Prancis wajib beradaptasi dengan cuaca ekstrem demi mengalahkan Paraguay dan menjaga peluang meraih gelar juara dunia ketiga kalinya.
Suara.com - Pertarungan hidup-mati antara Timnas Prancis dan Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi ujian fisik yang berat bagi kedua tim.
Pelatih Prancis Didier Deschamps secara khusus mewaspadai cuaca panas ekstrem yang diperkirakan melanda Philadelphia saat pertandingan berlangsung pada Sabtu.
Mengutip laporan Reuters, suhu udara di kota tersebut diperkirakan mencapai 100 derajat Fahrenheit atau sekitar 38 derajat Celsius.
Kondisi itu diperparah dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Puncak suhu diprediksi terjadi menjelang kick-off pada pukul 17.00 waktu setempat.
Deschamps mengaku telah memiliki gambaran mengenai dampak cuaca ekstrem setelah memantau pertandingan Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat tahun lalu.
Deschamps Khawatirkan Kondisi Pemain
![Kylian Mbappe melontarkan candaan soal AC usai membawa Prancis lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Les Bleus selanjutnya akan menghadapi Paraguay. [FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/01/12065-kylian-mbappe-didier-deschamps-prancis-vs-swedia.jpg)
Pelatih Les Bleus itu menilai bermain dalam kondisi cuaca ekstrem bukan situasi ideal bagi pesepak bola profesional.
"Apakah kondisi ini baik untuk kesehatan para pemain ketika menghadapi cuaca ekstrem, baik panas, dingin, maupun lapangan yang keras?" ujar Didier Deschamps dikutip dari Reuters.
Meski menyayangkan kondisi tersebut, Deschamps menegaskan timnya tidak memiliki pilihan selain beradaptasi.
"Namun kami tidak memilih, jadi kami beradaptasi dan mengantisipasi segala kemungkinannya," lanjutnya.
Deschamps juga mengenang pertemuan Prancis melawan Paraguay di Piala Dunia 1998 ketika Les Bleus harus berjuang hingga 120 menit untuk meraih kemenangan.
Paraguay Tetap Diwaspadai
Menurut Deschamps, laga kali ini akan jauh berbeda dibandingkan pertemuan 28 tahun silam.
"Pertandingan besok berbeda. Ini tim Paraguay yang berbeda, mereka sangat termotivasi dan memiliki kualitas," jelasnya.
Pelatih yang membawa Prancis menjadi juara dunia pada 2018 itu menyoroti Julio Enciso yang tampil impresif bersama Strasbourg musim lalu.
Selain Enciso, Miguel Almiron juga dinilai menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Prancis berkat kualitas teknik dan pengalamannya.
Di sisi lain, gelandang muda Prancis, Desire Doue, memastikan timnya tidak akan meremehkan Paraguay meski berstatus sebagai salah satu favorit juara.
Panas Bisa Pengaruhi Fokus Pemain
Doue mengakui suhu yang mencapai 38 derajat Celsius akan menguras energi pemain lebih cepat dibandingkan kondisi normal.
"Kami membuang banyak energi, berkeringat lebih banyak, kehilangan lebih banyak cairan, dan mungkin kehilangan kejernihan berpikir di lapangan," kata Doue.
Ia mengungkapkan cuaca panas sudah terasa sejak Prancis tiba di Amerika Serikat, namun kondisi di Philadelphia diperkirakan lebih ekstrem.
Meski demikian, Doue menegaskan faktor cuaca tidak akan dijadikan alasan apabila Prancis gagal menampilkan permainan terbaik.
"Kedua tim akan menghadapi kondisi yang sama, dan kami sepenuhnya siap untuk pertandingan ini," pungkasnya.
Prancis membidik kemenangan atas Paraguay demi menjaga peluang meraih gelar Piala Dunia ketiga sepanjang sejarah.
