- Persebaya Surabaya mengalahkan Arema FC dengan skor 1-0 pada semifinal Piala Presiden 2026 di Bali.
- Yuran Fernandes mencetak gol tunggal melalui sundulan menjelang akhir babak pertama untuk kemenangan Persebaya Surabaya.
- Hasil pertandingan tersebut membawa Persebaya melaju ke babak final menghadapi Persib Bandung pada turnamen ini.
Suara.com - Persebaya Surabaya memastikan tiket ke partai final Piala Presiden 2026. Bajul Ijo menyingkirkan rival sesama Jawa Timur, Arema FC, setelah menang tipis 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Kemenangan tersebut mengantarkan Persebaya menghadapi Persib Bandung pada laga final. Sementara itu, Arema FC akan bertemu Persija Jakarta dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim tampil agresif dan saling beradu fisik demi menguasai jalannya laga.
Persebaya memperoleh peluang pertama melalui situasi tendangan bebas di dekat kotak penalti Arema FC. Diogo Ramalho yang menjadi eksekutor mengarahkan bola ke sisi kanan gawang, tetapi sepakannya masih melebar tipis.
Setelah itu, pertandingan berjalan terbuka dengan kedua tim bergantian melancarkan serangan. Namun, rapatnya pertahanan membuat peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan gol.
Memasuki menit ke-40, Arema FC sempat terancam kehilangan satu pemain. Matheus Blade awalnya diganjar kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Miguel Pereira.
Keputusan tersebut kemudian ditinjau melalui video assistant referee (VAR). Setelah melihat tayangan ulang, wasit membatalkan kartu merah dan mengubah hukuman menjadi kartu kuning.
Arema FC hampir membuka keunggulan dua menit kemudian. Raianderson da Costa mendapatkan peluang emas, tetapi penyelesaian akhirnya masih melebar di sisi gawang yang dikawal Ernando Ari.
Persebaya akhirnya memecah kebuntuan menjelang turun minum. Berawal dari sepak pojok yang dikirim Francisco Rivera, Yuran Fernandes menyambut bola dengan sundulan yang menggetarkan gawang Arema FC.
Gol tersebut membuat Persebaya menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Skor itu bertahan hingga kedua tim memasuki ruang ganti.
Pada babak kedua, Persebaya langsung berupaya menambah keunggulan. Peluang emas hadir pada menit ke-59 melalui tendangan bebas Jefferson da Silva, tetapi Adi Satryo mampu menepis bola.
Situasi berubah pada menit ke-66 ketika Arema FC harus bermain dengan 10 orang. Diego Landis menerima kartu merah setelah menghentikan Miguel Pereira yang berada dalam posisi berpeluang besar mencetak gol.
Unggul jumlah pemain membuat Persebaya lebih dominan dalam penguasaan bola. Meski demikian, Arema FC tetap memberikan perlawanan dan beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawannya.
Persebaya hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-84. Ramadhan Sananta yang masuk sebagai pemain pengganti melepaskan tendangan salto, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang.
Laga tetap berlangsung keras hingga menit-menit akhir. Beberapa pelanggaran terjadi sehingga wasit harus mengeluarkan sejumlah kartu untuk meredam tensi pertandingan.