- Federasi Sepak Bola India berencana mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 karena bentrok jadwal uji coba melawan Brasil.
- Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 24 September hingga 3 Oktober, di mana India tergabung dalam Grup A.
- Sebelum isu pengunduran diri ini, sepak bola India juga sempat diguncang masalah administratif dan sengketa pembayaran penggunaan stadion pada Maret 2026.
Suara.com - Timnas Indonesia berpotensi kehilangan salah satu pesaingnya di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah India dikabarkan mempertimbangkan mundur dari turnamen tersebut akibat benturan jadwal dengan laga persahabatan melawan Brasil pada jeda internasional September-Oktober.
Berdasarkan laporan media India, Khel Now, Federasi Sepak Bola India (AIFF) segera mengambil keputusan final terkait rencana pengunduran diri dari turnamen tersebut.
Sebelumnya, India dijadwalkan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober.
Tim berjuluk Macan Biru itu tergabung di Grup A Divisi 1 bersama Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
![India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Kuat Bertahan Rapuh Diserang [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/10/27959-timnas-india.jpg)
Namun, AIFF kini lebih memprioritaskan laga uji coba melawan Brasil yang akan digelar di Kolkata pada 3 Oktober, bertepatan dengan hari terakhir penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di Indonesia.
Sebelum isu pengunduran diri India di FIFA ASEAN Cup 2026, kondisi internal tim asuhan Khalid Jamil ini sudah kusut.
Pada Maret 2026, India dilaporkan sempat tertahan di luar Stadion Jawaharlal Nehru (JLN), Kochi, akibat sengketa pembayaran.
Insiden ini terjadi saat skuad India hendak menghadiri konferensi pers resmi sebelum pertandingan melawan Hong Kong di Kualifikasi Piala Asia.
Namun, agenda tersebut terpaksa dibatalkan karena rombongan tim tidak diizinkan masuk ke stadion.
Masalah bermula dari konflik antara Greater Cochin Development Authority (GCDA) sebagai pengelola stadion dan Kerala Football Association (KFA).
Kedua pihak berselisih terkait pembayaran uang jaminan (security deposit) penggunaan stadion.
Menurut laporan media India, KFA belum menyelesaikan kewajiban pembayaran untuk pemakaian stadion selama empat hari.
Akibatnya, pihak pengelola menahan akses masuk, termasuk bagi tim nasional dan pelatih.
Sumber dari All India Football Federation (AIFF) menyebut situasi tersebut terjadi karena keterlambatan administrasi.
“Ini murni persoalan pembayaran yang belum diselesaikan tepat waktu,” ujar sumber tersebut.
Kisruh ini kembali menyoroti persoalan tata kelola sepak bola India yang kerap menuai kritik.
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai masalah administratif hingga finansial memang kerap muncul ke permukaan.