- Mantan pelatih Persib Robert Rene Alberts memberikan penjelasan pada Rabu 12 Agustus 2026 mengenai sengketa pembayaran.
- FIFA menjatuhkan sanksi registrasi kepada Persib karena klub belum menyelesaikan kewajiban pembayaran yang telah disepakati bersama Robert.
- Persib telah membayar penuh seluruh tunggakan tersebut, sehingga Robert langsung meminta FIFA untuk mencabut sanksi klub.
Suara.com - Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya angkat bicara mengenai sengketa pembayaran yang sempat membuat Maung Bandung masuk dalam daftar FIFA Registration Ban.
Pelatih asal Belanda itu memilih bungkam cukup lama karena tidak ingin persoalan dengan Persib berkembang menjadi konsumsi publik.
Namun, Robert merasa perlu memberikan penjelasan setelah muncul sejumlah komentar yang menurutnya menyudutkan dirinya hingga keluarganya.
Robert menegaskan persoalan tersebut bukan muncul karena dirinya tiba-tiba menuntut Persib.
Menurutnya, sengketa pembayaran itu sudah melalui pembicaraan dengan manajemen klub dan kemudian diproses melalui mekanisme resmi FIFA.
"Halo semuanya, Robert Alberts di sini. Saya telah diam mengenai masalah ini cukup lama, dan ada alasannya. Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini," kata Robert dalam keterangan videonya, Rabu 12 Agustus 2026.
"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri. Dan sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi, itulah alasan mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.
![Kronologi Lengkap Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts yang Berujung Sanksi FIFA [Suara.com/ai]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/08/12/38630-persib-vs-robert-rene-alberts.jpg)
Robert kemudian memulai penjelasannya dari awal hubungan kontraktualnya dengan Persib.
Ia menyebut kesepakatan yang ditandatangani pada 2021 sebenarnya masih berlaku hingga Mei 2025.
Namun, Robert memberikan penegasan mengenai statusnya ketika tidak lagi menangani Persib.
Ia menyebut dirinya mengundurkan diri dari jabatan pelatih kepala, bukan diberhentikan oleh klub.
"Kembali pada tahun 2021, saya menandatangani perjanjian saya dengan Persib, dan kontrak saya berlangsung hingga Mei 2025. Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala," katanya.
Persoalan pembayaran kemudian kembali dibicarakan setelah terjadi pergantian manajemen di tubuh Persib.
Robert mengaku berusaha mencari jalan keluar melalui pembicaraan langsung dengan pengurus baru klub.
Salah satu pertemuan penting terjadi pada Januari 2025.