- Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat sedang mengkaji sanksi *registration ban* dari FIFA terkait mantan pelatih Robert Rene Alberts pada Agustus 2026.
- FIFA mewajibkan Persib membayar sisa kewajiban sebesar Rp581,25 juta ditambah bunga lima persen kepada Robert Rene Alberts akibat pemotongan pembayaran.
- Persib Bandung dijatuhi larangan pendaftaran pemain oleh FIFA karena tidak melunasi kewajiban finansial dalam batas waktu 45 hari yang ditentukan.
Suara.com - Persib Bandung memastikan tidak akan tinggal diam setelah menerima sanksi registration ban dari FIFA yang berkaitan dengan perkara mantan pelatih Robert Rene Alberts pada 2022.
Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyatakan tengah melakukan kajian menyeluruh untuk memahami dasar keputusan FIFA sekaligus menentukan langkah penyelesaian yang sesuai dengan mekanisme berlaku.
“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius,” kata manajemen Persib dalam keterangan tertulis.
Lantas seperti apa kronologi sanksi FIFA kepada Persib terkait mantan pelatihnya tersebut?
Robert Alberts Jadi Pelatih Persib
Robert Rene Alberts ditunjuk sebagai pelatih Persib Bandung pada 2019.
Sebelumnya, pelatih asal Belanda itu memiliki pengalaman di sepak bola Indonesia bersama Arema dan PSM Makassar.
Bersama Persib, Robert membawa Maung Bandung menjadi runner-up Liga 1 2021/2022.
Namun, awal musim 2022/2023 justru menjadi titik balik hubungan Robert dengan klub.
Tekanan Besar di Awal musim 2022/2023
Persib mengawali Liga 1 2022/2023 dengan hasil buruk.
Dalam tiga pertandingan pertama, Persib belum meraih kemenangan dan tekanan terhadap Robert semakin besar.
![Kronologi Lengkap Sengketa Persib vs Robert Rene Alberts yang Berujung Sanksi FIFA [Suara.com/ai]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/08/12/38630-persib-vs-robert-rene-alberts.jpg)
Situasi tersebut membuat sebagian Bobotoh menuntut perubahan di tubuh tim, termasuk mendesak Robert meninggalkan kursi pelatih.
Tekanan semakin besar setelah Persib kalah 1-4 dari Borneo FC pada akhir Juli 2022.
Hasil tersebut memperburuk situasi Robert di mata sebagian pendukung.