- Bhayangkara FC resmi menunjuk Oscar Bruzon sebagai pelatih kepala baru pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2026.
- Oscar Bruzon memiliki rekam jejak kepelatihan panjang di Spanyol serta berbagai negara Asia termasuk India dan Bangladesh.
- Kehadiran pelatih baru tersebut diharapkan mampu mempertahankan prestasi klub pada kompetisi Super League musim 2026/2027.
Suara.com - Bhayangkara FC membuat gebrakan setelah mengakhiri kerja sama dengan Paul Munster menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Mereka langsung merekrut pelatih bukan kaleng-kaleng.
The Guardian tidak membutuhkan waktu lama untuk menentukan sosok yang dipercaya mengisi posisi pelatih kepala.
Oscar Bruzon resmi ditunjuk sebagai nakhoda baru Bhayangkara FC.
Kabar tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi klub pada Rabu (12/8/2026).
Kehadiran Bruzon diharapkan mampu menjaga sekaligus meningkatkan pencapaian Bhayangkara FC pada musim sebelumnya.
"Tolong ucapkan selamat kepada pelatih baru kami, @Oscar_Bruzon," tulis akun Instagram resmi Bhayangkara FC.
Penunjukan Bruzon menarik perhatian karena pelatih asal Spanyol tersebut memiliki pengalaman panjang di sepak bola Asia.
Ia bukan hanya pernah menangani klub dari beberapa negara Asia, tetapi juga mempunyai pengalaman bekerja di lingkungan sepak bola Spanyol.
Oscar Bruzon Barreras lahir di Vigo, Galicia, pada 29 Mei 1977. Karier kepelatihannya dimulai dengan menimba pengalaman di Spanyol sebelum kemudian berpetualang ke Asia.
Bruzon pernah menangani tim usia muda Celta Vigo. Dari sana, ia mulai membangun perjalanan sebagai pelatih dengan berpindah ke India.
Pada 2012 hingga 2014, Bruzon dipercaya menjadi pelatih Sporting Goa. Ia kemudian bergabung dengan Mumbai City sebagai asisten pelatih pada periode 2015-2016.
Pengalaman di India membuat Bruzon semakin mengenal sepak bola Asia.
Ia kemudian kembali ke Spanyol dan menjadi bagian dari staf kepelatihan Mallorca pada 2016/2017.
Setelah itu, Bruzon kembali melanjutkan kariernya di Asia.
Ia tercatat pernah menangani sejumlah klub di India, Maladewa, hingga Bangladesh.
Pengalaman Bruzon bahkan membawanya ke level tim nasional.
Pada 2021, ia sempat dipercaya menjadi pelatih sementara Timnas Bangladesh.
Sepanjang perjalanan tersebut, Bruzon juga mengoleksi sejumlah prestasi bersama klub-klub yang ditanganinya.
Gelar terbaru diraih bersama East Bengal.
Ia sukses mengantarkan klub tersebut menjadi juara Liga Super India musim 2025/2026.
Rekam jejak tersebut tentu menjadi modal penting bagi Bruzon ketika memulai petualangan barunya bersama Bhayangkara FC.
Tugasnya pun tidak ringan karena ia datang setelah musim yang cukup positif bagi The Guardian.
Pada Super League 2025/2026, Bhayangkara FC mampu finis di posisi kelima klasemen.
Hasil tersebut diraih pada musim pertama mereka setelah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bruzon kini harus berusaha mempertahankan level tersebut, bahkan membawa Bhayangkara FC bersaing untuk posisi yang lebih tinggi.
Persoalannya, waktu persiapan yang dimiliki Bruzon sangat terbatas.
Kompetisi musim baru akan segera dimulai sehingga ia harus bergerak cepat mengenal skuad dan menerapkan gagasan permainannya.
Selain beradaptasi dengan pemain, Bruzon juga perlu memahami karakter kompetisi sepak bola Indonesia yang tentu memiliki tantangan berbeda dibandingkan India, Bangladesh, maupun negara Asia lainnya.
Dengan pengalaman dan koleksi prestasinya, Bruzon kini mendapat kesempatan membuktikan kapasitasnya di Indonesia.
Bhayangkara FC berharap pergantian pelatih tersebut menjadi awal dari peningkatan prestasi The Guardian pada Super League 2026/2027.