-
Roberto Carlos membantah kabar dirinya telah memeluk agama Islam setelah menikah.
-
Prosesi pernikahan bernuansa Islami digelar untuk menghormati keberagaman keyakinan keluarga besar mereka.
-
Hubungan Carlos dan Souhaila Tahiri bermula dari urusan bisnis sepak bola profesional.
Suara.com - Legenda Real Madrid Roberto Carlos meluruskan rumor yang menyebut dirinya telah pindah agama Islam setelah mempersunting Souhaila Tahiri. Kepada media Arab Saudi, legenda sepak bola Brasil ini menegaskan status keagamaannya belum berubah meski sangat menghargai ajaran Islam.
Pernyataan resmi ini sekaligus mematahkan spekulasi publik yang melonjak akibat prosesi perayaan pernikahannya yang sarat nuansa Islami. Spekulasi ini kian membesar usai politisi asal Turki Ali Sahin membagikan foto pertemuan sang pemain dengan tokoh Muslim Brasil, Sheikh Jihad Hamada.
Pernikahan yang dihadiri petugas syariah tersebut rupanya dikonsep untuk menghormati latar belakang keluarga kedua belah pihak. Penjelasan langsung dari sang bintang pun memupus anggapan bahwa dirinya mengikuti jejak keyakinan istrinya.

“Saya sangat menghormati Islam, dan sungguh menyenangkan melihat istri saya berdoa, namun rumor yang beredar tentang saya masuk Islam tidak benar,” ucap Carlos.
Pria yang mengantar Brasil menjuarai Piala Dunia ini menyebut perayaan pernikahannya digelar dalam beberapa versi. Format beragam tersebut sengaja dipilih karena lingkaran keluarga maupun teman dekat mereka memeluk agama Katolik dan Islam.
Fleksibilitas pesta tersebut murni bentuk toleransi demi mengakomodasi seluruh tamu undangan dari kedua elemen latar belakang agama. Dengan demikian, unsur syariah dalam resepsi tersebut murni bentuk penghormatan tradisi, bukan penanda perpindahan keyakinan.
Kisah asmara Carlos dan Souhaila sendiri telah terjalin sekitar dua tahun sebelum keduanya sepakat membina rumah tangga. Interaksi intensif mereka bermula dari lingkaran pekerjaan yang sama di industri sepak bola internasional.
Souhaila Tahiri dikenal luas sebagai agen pemain berlisensi resmi FIFA yang berkebangsaan Maroko. Profesi manajerial tersebut membuatnya rutin mengurus kontrak transfer pemain hingga mempertemukannya dengan Carlos.
Gelar perjumpaan bisnis tersebut perlahan menumbuhkan benih cinta di antara legenda lapangan hijau dan sang agen. Dinamika profesionalisme mereka pada akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan yang hangat dan penuh keberagaman.
Sebelum klarifikasi ini muncul, klaim Ali Sahin di media sosial sempat memicu gelombang kabar burung di jagat maya. Narasi tersebut makin dipercaya publik karena posisi Souhaila sebagai pengusaha Muslimah yang cukup berpengaruh.
Isu mualafnya Carlos sebenarnya berakar dari sorotan publik terhadap relasi sang mantan bek kiri dengan figur-figur Muslim dunia. Momen komunikasinya dengan Sheikh Jihad Hamada di Brasil langsung ditafsirkan secara sepihak oleh warganet sebagai proses bimbingan syahadat.
Istri Carlos, Souhaila Tahiri, merupakan sosok terpandang di dunia manajemen olahraga Afrika Utara dan Eropa. Latar belakangnya yang kental dengan budaya Islami membuat setiap gerak-gerik pasangan ini selalu dikaitkan dengan isu religi.
Pernikahan lintas budaya ini pada akhirnya menjadi gambaran keharmonisan dua insan dari latar belakang kepercayaan yang berbeda. Carlos memilih terbuka kepada publik agar tidak ada lagi simpang siur mengenai identitas pribadinya.