-
Vietnam menang 2-0 atas Thailand di leg pertama final Piala AFF 2026.
-
Penjaga gawang Patrik Le Giang tampil gemilang dan terpilih sebagai Man of the Match.
-
Vietnam hanya membutuhkan hasil imbang pada leg kedua di kandang untuk meraih juara.
Suara.com - Timnas Vietnam membawa modal penting dari leg pertama final Piala AFF 2026 setelah menundukkan Thailand dengan skor 2-0 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22/8/2026). Hasil tersebut bahkan membuat Pelatih Kim Sang-sik singgung mega bintang dunia Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Kemenangan atas Thailand tersebut memang tidak lepas dari penampilan gemilang Patrik Le Giang di bawah mistar. Kiper berusia 33 tahun itu beberapa kali menggagalkan peluang Thailand ketika tuan rumah berusaha mencetak gol.
Performa Patrik bahkan mendapat pujian khusus dari pelatih Vietnam, Kim Sang-sik. Sang pelatih menilai keberadaan Patrik sangat menentukan hasil pertandingan karena Thailand sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol.
![Vietnam Disebut Lebih Dulu Jadi Negara ASEAN Jadi Tuan Rumah Piala Dunia, Indonesia? [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/03/86564-timnas-vietnam.jpg)
“Jika Patrik tidak berada di bawah mistar gawang hari ini, mungkin kami sudah kebobolan tiga gol. Namun, dia adalah penjaga gawang kami hari ini sehingga kami mampu menyelamatkan dari potensi tiga gol,” ujar Kim Sang-sik dilansir dari ASEAN United.
Pujian Kim kemudian menjadi semakin menarik ketika ia membuat perbandingan dengan dua mega bintang sepak bola dunia.
Menurutnya, Patrik memiliki kemampuan untuk menghentikan tembakan pemain sekaliber Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo.
“Jika Ronaldo atau Messi berada di sini hari ini, Patrik juga akan menyelamatkan tembakan mereka. Penampilannya luar biasa,” jelasnya.
Patrik memang menjadi salah satu alasan Vietnam mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir. Saat Thailand tampil agresif, terutama pada babak pertama, sang kiper menunjukkan sejumlah penyelamatan penting.
Salah satu momen terbaiknya terjadi pada menit ke-36. Patrik melakukan penyelamatan dengan terbang ke sisi kiri untuk menepis tembakan Yotsakon Burapha yang mengarah ke sudut atas gawang Vietnam.
Ancaman Thailand kembali datang delapan menit kemudian. Patrik dengan cepat keluar dari garis gawang untuk memberikan tekanan kepada Yotsakon, yang akhirnya melepaskan tembakan melewati mistar.
Rangkaian aksi tersebut membuat Patrik terpilih sebagai Man of the Match. Ia juga tercatat sebagai penjaga gawang pertama yang meraih penghargaan tersebut pada Piala AFF 2026.
Menariknya, Patrik sebenarnya masih tergolong pendatang baru di skuad Vietnam. Ia baru menjalani debut pada Juli 2026 ketika Vietnam menghadapi Myanmar dalam laga uji coba.
Kiper kelahiran Slovakia tersebut kemudian dipercaya mengawal gawang Vietnam di Piala AFF 2026. Sejauh turnamen berlangsung, Patrik baru sekali memungut bola dari gawangnya.
Kesempatan membela Vietnam datang setelah Patrik melewati perjalanan panjang di kompetisi domestik. Ia sebelumnya menghabiskan lebih dari tiga tahun bermain di level klub sebelum akhirnya kembali mendapatkan panggung bersama tim nasional.
Setelah tampil gemilang melawan Thailand, Patrik mengungkapkan bahwa performanya tidak datang begitu saja. Ia menyebut persiapan yang dilakukan sebelum pertandingan menjadi salah satu faktor penting.
Ia juga secara khusus mengapresiasi peran Lee Woon-jae, mantan penjaga gawang Timnas Korea Selatan yang pernah tampil di empat edisi Piala Dunia.
“Saya senang bisa melakukan penyelamatan itu dan membantu tim. Yang paling penting adalah kami menang dan membawa pulang kemenangan yang sangat penting,” ucap Patrik.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan pelatih kepada saya untuk mewakili Timnas Vietnam. Saya hanya menjalankan tugas dan berusaha memberikan yang terbaik ketika mewakili negara, sebagai bentuk balasan atas kesempatan yang diberikan kepada saya.”
Perjalanan Patrik bersama Vietnam terasa semakin istimewa karena sebelumnya ia harus menunggu selama bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan tersebut.
“Saya sangat bersyukur setelah tiga setengah tahun akhirnya impian saya menjadi kenyataan dan saya bisa berada di sini.”
Meski Vietnam telah memenangkan leg pertama dengan keunggulan dua gol, Patrik tidak ingin timnya terbawa suasana. Ia sadar masih ada satu pertandingan lagi yang harus dimainkan untuk menentukan juara Piala AFF 2026.
Vietnam kini hanya membutuhkan hasil hasil imbang pada leg kedua di Stadion Nasional My Dinh untuk menyelesaikan misinya pada 26 Agustus 2026.
“Ini baru pertandingan pertama sehingga saya dan seluruh tim tahu bahwa tugas belum selesai. Kami masih memiliki pertandingan di kandang sendiri di Stadion Nasional My Dinh. Kami harus terus melangkah dan berjuang, mempersiapkan pemulihan dengan baik, serta siap untuk pertandingan berikutnya,” tegas Patrik.