- Patrick Kluivert menolak peluang melatih Timnas Senegal karena menunggu tawaran asisten pelatih Timnas Belanda.
- Jurnalis Mike Verweij mengungkap bahwa Direktur Olahraga KNVB, Nigel de Jong, menggagalkan kepastian penunjukan Kluivert.
- Verweij mengecam KNVB karena tidak memberikan kejelasan atau menghubungi Kluivert terkait keputusan posisi kepelatihan tersebut.
Suara.com - Eks pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert disebut sempat mendapat peluang menjadi pelatih Timnas Senegal.
Namun, kesempatan itu dilewatkan karena ia menunggu tawaran dari Timnas Belanda sebagai asisten pelatih yang hingga kini tak kunjung datang.
Kabar tersebut diungkap jurnalis De Telegraaf, Mike Verweij, dalam podcast Kick Off, Senin (24/8/2026).
Menurut Verweij, Kluivert memang masuk dalam pertimbangan KNVB untuk mengisi posisi di staf kepelatihan Timnas Belanda.
Kluivert bahkan disebut menerima informasi melalui sejumlah pihak bahwa dirinya merupakan salah satu kandidat utama untuk menjadi asisten pelatih Oranje.
Usut punya usut, petinggi KNVB yang menggagalkan keinginan Kluivert tersebut.

Kuat dugaan Kluivert gagaljadi asisten Xavi Hernandez karena sosok Nigel de Jong.
Situasi tersebut membuat Kluivert memilih menunggu komunikasi dari Nigel de Jong.
Kluivert akhirnya membiarkan peluang menjadi pelatih Senegal berlalu karena berharap mendapatkan panggilan dari federasi sepak bola Belanda.
“Dia membiarkan kesempatan itu berlalu karena menunggu telepon dari Nigel de Jong. Dan saya bisa memberi tahu Anda, dia masih menunggu telepon dari De Jong,” ujar Verweij.
Verweij pun mengecam cara KNVB menangani proses tersebut.
Ia menilai federasi seharusnya tetap memberikan kepastian kepada Kluivert, terlepas dari keputusan akhir yang diambil.
“Apakah Anda memilih Kluivert atau tidak, setidaknya milikilah kesopanan untuk menelepon seseorang,” tegas Verweij.
Seperti diketahui Nigel de Jong ialah eks pemain Timnas Belanda pada Piala Dunia 2010.
De Jong diketahui merupakan pemain keturunan Indonesia. Ia mendapatkan darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Maluku.
Ayahnya, Jerry de Jong (mantan pemain timnas Belanda), merupakan keturunan Suriname.
Nigel de Jong mengawali karier profesionalnya bersama Ajax pada 2002 hingga 2006 dan mulai mengukuhkan diri sebagai salah satu gelandang berbakat Belanda.
Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan karier ke Hamburg SV pada 2006–2009, tempat ia berkembang menjadi gelandang bertahan yang dikenal memiliki gaya bermain agresif.
Pada 2009, De Jong bergabung dengan Manchester City dan menjadi salah satu pemain penting di lini tengah.
Bersama klub Inggris tersebut, ia turut membantu Manchester City meraih FA Cup 2011 dan gelar Premier League 2011/2012.
Setelah tiga musim di Inggris, De Jong pindah ke AC Milan pada 2012 dan bermain di Serie A hingga 2016.
Ia kemudian melanjutkan kariernya bersama LA Galaxy, Galatasaray, Mainz 05, Al Ahli, dan Al-Shahania sebelum akhirnya mengakhiri karier sebagai pemain sepak bola profesional.
Kluivert tentu tidak asing bagi sepak bola Indonesia.
Ia pernah dipercaya menjadi pelatih Timnas Indonesia sebelum masa kerjanya berakhir setelah menjalani periode singkat bersama skuad Garuda.
Periode singkat bersama Timnas Indonesia itu, Kluivert bisa dibilang gagal total.
Dari 8 pertandingan bersama Timnas Indonesia, Kluivert hanya persembahkan 3 kemenangan, 1 kali imbang dan 4 kali kalah.
Setelah tak lagi melatih Timnas Indonesia, Kluivert sempat jadi penasihat Timnas Suriname.