- Media Malaysia Makan Bola menyoroti perdebatan suporter Indonesia mengenai gengsi Piala AFF 2026.
- Suporter membandingkan prestasi pemain naturalisasi di Eropa seperti Kevin Diks dengan Piala AFF.
- Media tersebut menilai tindakan merendahkan turnamen dan menutupi kegagalan tim nasional sebagai hal tidak tepat.
Suara.com - Media Malaysia, Makan Bola, menyoroti perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola Indonesia terkait gengsi Piala AFF 2026.
Sejumlah suporter Indonesia dinilai membandingkan prestasi pemain naturalisasi di Eropa dengan kompetisi selevel Piala AFF.
Makan Bola bahkan menilai pandangan tersebut sebagai upaya merendahkan reputasi turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara.
Sorotan itu muncul setelah Timnas Indonesia gagal meraih hasil maksimal di Piala AFF 2026, sementara sejumlah pemainnya justru terus berkembang di kompetisi Eropa.
Salah satu contoh yang disorot adalah Kevin Diks.
![Media Jerman Puji Habis Kevin Diks: Kokoh di Belakang, Mematikan di Depan [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/17/22628-kevin-diks.jpg)
Bek berdarah Belanda tersebut disebut mendapat kepercayaan menjadi kapten Borussia Mönchengladbach, klub yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Jerman.
Selain Diks, nama Calvin Verdonk juga menjadi bahan perbandingan.
Bek Timnas Indonesia itu disebut tampil impresif dan turut membantu Lille mengamankan tempat di Liga Champions musim ini.
Makan Bola mengutip komentar salah satu akun asal Indonesia di X yang membandingkan pencapaian pemain Indonesia di Eropa dengan keberhasilan Vietnam di Piala AFF 2026.
“Dari pertandingan ASEAN Cup hingga kompetisi Eropa, levelnya benar-benar berbeda.”
Komentar tersebut menggambarkan pandangan sebagian suporter yang menganggap bermain dan bersinar di kompetisi Eropa memiliki gengsi lebih tinggi dibandingkan memenangkan Piala AFF 2026.
Makan Bola juga mengungkit pernyataan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, yang sebelumnya beberapa kali mempertanyakan status Piala AFF 2026.
"Namun, merendahkan pencapaian sebuah tim tetap dianggap tidak tepat. Terlebih, Vietnam mampu tampil konsisten sepanjang turnamen dan menunjukkan performa dominan hingga melaju ke final," ulas media Malaysia itu.
Menariknya, Makan Bola tidak hanya mengutip pendapat yang meremehkan Piala AFF 2026.
Media tersebut juga menampilkan komentar sejumlah suporter, termasuk dari Indonesia, yang menilai perbandingan antara prestasi individu pemain dan gelar tim nasional tidak tepat.
Komentar lain dari suporter Indonesia bahkan mengingatkan agar kegagalan tim nasional tidak ditutupi dengan pencapaian pemain secara individual.
“Kami sudah kalah. Timnas Indonesia masih berada di belakang Thailand dan Vietnam. Perbandingan seperti itu tidak masuk akal.”