- Presiden Semen Padang Andre Rosiade mencandakan pergantian pelatih Timnas Indonesia kepada Nil Maizar jika gagal di ASEAN Cup 2026.
- Nil Maizar merupakan mantan pemain dan pelatih kepala Semen Padang yang pernah ditunjuk PSSI menukangi Timnas Indonesia pada 2012.
- Setelah diberhentikan PSSI pada Februari 2013, Nil Maizar sempat beralih ke politik sebelum kembali melatih klub sepak bola pada 2014.
Suara.com - Nama Nil Maizar kembali mencuat setelah Presiden Semen Padang, Andre Rosiade, melontarkan candaan soal kemungkinan pergantian pelatih Timnas Indonesia.
Andre menyebut Nil Maizar sebagai sosok yang bisa menggantikan John Herdman jika Skuad Garuda gagal memenuhi target di FIFA ASEAN Cup 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Andre ketika membahas peluang Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Menurutnya, Timnas Indonesia memiliki modal kuat karena berstatus sebagai tuan rumah dan dapat menurunkan pemain terbaik karena turnamen berlangsung dalam periode FIFA Matchday.
"Ya, FIFA ASEAN harusnya wajib menang dong. Masa lawan Bangladesh kita tidak juara, gitu lho. Kalau tidak juara, ya John Herdman lebih baik ganti sama Nilmaizar sajalah," kata Andre kepada awak media.
![Coach Nil Maizar [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/08/70906-coach-nil-maizar.jpg)
Nil Maizar, Mantan Pelatih Timnas Indonesia
Nil Maizar bukan nama baru dalam sepak bola Indonesia.
Pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, 2 Januari 1970 itu memiliki perjalanan panjang sebagai pemain, pelatih, hingga pernah dipercaya menangani Timnas Indonesia.
Sebagai pemain, Nil mengawali karier dari Persepak Payakumbuh sebelum masuk Diklat Padang dan Diklat Ragunan.
Ia kemudian sempat menjalani masa magang selama enam bulan di AC Sparta Praha, Republik Ceko, pada 1990.
Setelah kembali ke Indonesia, Nil memperkuat Semen Padang pada 1992 hingga 1997.
Ia menjadi bagian dari skuad Kabau Sirah yang memenangkan Piala Galatama pada 1992 setelah mengalahkan Arema Malang 1-0.
Nil kemudian memperkuat PSP Padang sebelum mengakhiri karier sebagai pemain pada 1999.
Di tengah perjalanan sepak bolanya, ia juga menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Ekasakti Padang.
Dari Asisten hingga Pelatih Kepala Semen Padang
Karier kepelatihan Nil Maizar mulai berkembang di Semen Padang.
Ia menjadi asisten pelatih sebelum dipercaya menduduki posisi pelatih kepala.
Pada musim pertamanya sebagai pelatih utama, Nil mampu membawa Semen Padang finis di posisi keempat Liga Super Indonesia.
Prestasi tersebut kemudian membuka jalan baginya untuk mendapat kepercayaan menangani tim nasional.
PSSI menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 13 April 2012.
Ia menggantikan posisi yang sebelumnya belum memiliki kepastian setelah pergantian staf kepelatihan tim nasional.
Salah satu tantangan terbesar Nil datang saat Piala AFF 2012.
Ketika itu, konflik dualisme sepak bola Indonesia membuat sejumlah pemain dari kompetisi Liga Super Indonesia tidak dapat bergabung dengan Timnas Indonesia.
Keterbatasan pemain membuat Nil harus mengandalkan skuad yang relatif minim pengalaman internasional.
Timnas Indonesia hanya finis di posisi ketiga Grup B setelah mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan.
Timnas Indonesia ketika itu bermain imbang melawan Laos, menang atas Singapura, tetapi kalah dari Malaysia.
Hasil tersebut membuat Indonesia gagal melaju ke semifinal.
Pada Februari 2013, PSSI mendatangkan pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco.
Posisi Nil Maizar kemudian berakhir setelah ia resmi diberhentikan pada 27 Februari 2013.
Sempat Terjun ke Politik Bersama NasDem
Tidak lama setelah meninggalkan Timnas Indonesia, Nil Maizar sempat mencoba peruntungan di dunia politik.
Ia maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI pada Pemilu 2014 melalui Partai Nasional Demokrat atau NasDem.
Nil maju dari daerah pemilihan Sumatera Barat II.
Ketika itu, ia menyebut pencalonannya sebagai anggota DPR bukan berarti meninggalkan sepak bola, melainkan sebuah panggilan jiwa.
Namun, perjalanan politik Nil Maizar berlangsung singkat.
Pada 2014, ia kembali ke dunia sepak bola dengan menangani Putra Samarinda pada putaran kedua kompetisi.