- I.League memastikan laga Persija versus Persib di SUGBK pada 12 September 2026 tetap sesuai jadwal.
- Pihak kepolisian dan pengelola SUGBK secara lisan telah menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan pertandingan tersebut.
- Aksi demonstrasi di Jakarta dikhawatirkan mengganggu perizinan resmi, meski operator berharap situasi segera kondusif.
Suara.com - Pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026) bisa saja batal terlaksana karena aksi demonstrasi.
Namun, I.League sebagai operator kompetisi memastikan duel masih sesuai jadwal.
Kondisi keamanan Jakarta yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai aksi demonstrasi turut menjadi perhatian sebelum pertandingan digelar.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa proses pengajuan izin pertandingan sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
Hanya saja, izin resmi dari pihak kepolisian hingga kini belum diterbitkan. Namun, sudah ada lampu hijau diberikan.
![Link live streaming Persija vs Persib di BRI Super League 2025/2026. Duel El Clasico di Stadion Segiri ini jadi penentu arah perebutan gelar juara. [Dok. Vidio.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/10/59829-persija-vs-persib.jpg)
“Kemarin kami memang dipanggil karena sesungguhnya proses permohonan izin (Super League) sudah berlangsung beberapa waktu yang lalu tetapi masih belum diberikan izin karena memang secara mendadak ada kasus NTT dan sebagainya, sehingga pihak Mabes sendiri agak tersentral ke sana,” kata Ferry kepada awak media.
Menurutnya, komunikasi dengan pihak keamanan terus dilakukan untuk memastikan laga tersebut dapat berlangsung sesuai dengan rencana.
Pengelola SUGBK juga disebut telah menyatakan kesiapan untuk menjadi venue pertandingan.
“Yang tidak kalah penting kita juga minta persetujuan sebenarnya terutama masalah rivalitas Persija vs Persib," ia menjelaskan.
"Ya tidak mendahului pihak kepolisian, sampai dengan hari ini baik GBK termasuk juga pihak kepolisian di wilayahnya sendiri juga secara lisan sudah dinyatakan siap untuk menggelar,” ujar dia.
Kekhawatiran terhadap keamanan tidak lepas dari sejumlah aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta.
Salah satunya terjadi pada Kamis (27/8/2026), dengan berbagai tuntutan yang berkaitan dengan isu politik, ekonomi, layanan publik, hingga RUU Perampasan Aset.
I.League berharap situasi tersebut tidak berlangsung berkepanjangan dan dapat ditangani secara terlokalisasi.
Dengan begitu, agenda pertandingan Super League, termasuk duel Persija vs Persib, tidak ikut terdampak.
“Kalau proses-proses demo ini berkepanjangan supaya bisa terlokalisasi sehingga tidak menjadi isu atau permasalahan yang berat,” tutur Ferry.
I.League sendiri disebut telah mempertimbangkan sejumlah aspek ketika menentukan jadwal Persija menghadapi Persib pada 12 September.
Salah satunya adalah memberikan waktu yang cukup untuk proses perizinan pertandingan.
Ferry berharap kondisi Jakarta tetap kondusif sehingga laga yang memiliki rivalitas tinggi tersebut dapat digelar sesuai jadwal.
Apalagi, Persija sudah dijadwalkan menggunakan SUGBK sebagai kandang pada pertandingan tersebut.
“Jadwal sendiri sengaja kita tarik ke depan, Persija lawan Persib, supaya Persija sendiri GBK-nya bisa, kemudian izinnya harusnya karena masih di depan, masa sih ditolak?” pungkasnya.