- Gustavo Almeida resmi meninggalkan klub Persija Jakarta berdasarkan kesepakatan bersama pada tiga musim terakhirnya.
- Ia mencatatkan total 31 gol dari 55 penampilan di berbagai ajang kompetisi Liga 1 dan Super League.
- Manajer Ardhi Tjahjoko menyatakan keputusan sulit ini diambil melalui pertimbangan matang demi persiapan musim depan.
Suara.com - Persija dan Gustavo Almeida kini berada pada sebuah keputusan yang tak mudah.
Atas kesepakatan bersama, Gustavo resmi tidak lagi berseragam Macan Kemayoran di Super League 2026/2027.
Selama tiga musim terakhir, Gustavo Almeida menjadi salah satu sosok penting di lini depan Persija.
Ketajamannya terus hadir dari musim ke musim, mengantarkan namanya pada catatan 31 gol dari 55 penampilan di pentas Liga 1 maupun Super League.
Pada musim debutnya, yakni pada putaran kedua Liga 1 2023/2024, ia mencatatkan dua gol dari tujuh pertandingan yang dijalani.
Kala itu, Gustavo mengalami cedera panjang sehingga hanya bisa tampil di dua pertandingan saja.
Memasuki Super League 2024/2025, menit main sekaligus produktivitasnya meningkat.
Ia tampil dalam 28 laga dan berhasil membukukan 18 gol serta satu assist, menjadi salah satu musim terbaiknya dalam urusan mencetak gol.
Performa tersebut berlanjut pada Super League 2025/2026.
Dari 20 pertandingan, ia kembali mencatatkan 11 gol dan satu assist.
Lagi-lagi, menit mainnya tidak maksimal karena ia mengalami cedera panjang di awal musim.
Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, mengucapkan doa terbaik untuk perjalanan Gustavo selanjutnya.
“Keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang sangat matang. Kami semua tahu kualitas Gustavo sehingga sebenarnya sulit untuk melepasnya," jelas Ardhi kepada awak media.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Gustavo selama berseragam Persija, dan semoga terus menunjukkan kualitas terbaik di tim barunya. Di sisi lain, kami terus membangun ketajaman lini depan yang lebih baik untuk menyambut musim depan,” kata Ardhi.
Dilepasnya Gustavo membuat stok striker yang dimiliki Persija saat ini total menjadi tiga nama, yaitu Alexander Jeremejeff, Eksel Runtukahu, dan Agi Firmansyah.