- Pelatih Timnas Bangladesh Thomas Dooley mengkritik ekspektasi tidak realistis netizen menjelang FIFA ASEAN Cup 2026.
- Bangladesh akan bertanding di Grup A melawan Malaysia, Singapura, dan tuan rumah Indonesia mulai 25 September 2026.
- Dooley menyatakan pembangunan tim membutuhkan proses panjang sehingga suporter harus mendukung perkembangan pemain muda.
Suara.com - Pelatih Timnas Bangladesh, Thomas Dooley, melontarkan kritik keras terhadap sejumlah komentar di media sosial yang dinilainya memberikan ekspektasi tidak realistis kepada tim.
Dooley menegaskan bahwa membangun sebuah tim sepak bola membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan.
Pernyataan itu disampaikan menjelang keberangkatan Bangladesh ke Indonesia untuk tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.
“Sebagian orang di media sosial tidak memahami realitas sepak bola. Perkembangan tidak terjadi dalam semalam dan staf pelatih tidak bisa mengubah sebuah tim secara instan,” kata Dooley dikutip dari New Age.
![Thomas Dooley sebelumnya pernah membawa Timnas Filipina mengalahkan Timnas Indonesia empat gol tanpa balas pada AFF 2016. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/27/58023-thomas-dooley.jpg)
Bangladesh akan menghadapi tantangan berat di Grup A. Mereka berada satu grup dengan Malaysia, Singapura, dan tuan rumah Indonesia.
Dalam ranking FIFA terbaru, Bangladesh menempati posisi ke-181. Sementara itu, Malaysia berada di peringkat ke-136, Singapura ke-148, sedangkan Indonesia menempati posisi ke-118.
Bangladesh dijadwalkan mengawali kiprahnya dengan menghadapi Malaysia pada 25 September.
Setelah itu, mereka bertemu Singapura pada 28 September dan Timnas Indonesia pada 1 Oktober 2026.
Dooley menilai harapan Bangladesh untuk segera menembus peringkat 150 dunia merupakan proyek jangka panjang.
Menurutnya, butuh waktu bertahun-tahun untuk mengatasi berbagai persoalan yang membuat level sepak bola Bangladesh masih tertinggal.
“Mengharapkan kami turun ke lapangan dan dengan mudah mengalahkan tim-tim tersebut adalah hal yang tidak realistis. Pramusim profesional biasanya berlangsung selama enam pekan dengan beberapa sesi latihan setiap hari, tetapi kami berusaha membuat para pemain siap bertanding hanya dalam waktu empat pekan,” ujar Dooley.
Bangladesh juga membawa sembilan pemain yang berkarier di luar negeri.
Namun, Dooley menilai kehadiran para pemain diaspora tersebut belum cukup untuk langsung menghapus kesenjangan kualitas.
“Hasil pertandingan sangat bergantung pada kekuatan liga, perkembangan pemain, dan tingkat persiapan, bukan hanya pada kerja keras,” katanya.
Dooley turut menyinggung kritik terhadap para pemain setelah buruknya kiprah Bangladesh pada Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Adam Abbas, yang disebut mengalami kesulitan beradaptasi dengan kondisi iklim lokal.
Menurut Dooley, kritik berlebihan justru dapat memengaruhi kepercayaan diri pemain muda.
Ia meminta suporter dan media memberikan dukungan, bukan menghancurkan perkembangan pemain setelah satu hasil buruk.
“Ketika kami kalah, orang-orang menyerang tim dan merusak kepercayaan diri pemain seperti Abbas. Suporter dan media seharusnya mendukung para pemain, bukan menghancurkan masa depan mereka,” kata Dooley.
Skuad Timnas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026:
Kiper: Mehedi Hasan Srabon, Mitul Marma, Sujon Hossain.
Bek: Tariq Kazi, Shakil Ahad Topu, Rahmat Mia, Shuki Itofusa, Zidane Yousuf, Zayyan Ahmed, Monjurur Rahman, Saad Uddin.
Gelandang: Jamal Bhuyan, Hamza Choudhury, Shamit Shome, Shekh Morsalin, Mohammad Ridoy, Sohel Rana, Sohel Rana Jr, Farhaan Ali Wahid.
Penyerang: Rakib Hossain, Shahrier Emon, Minhazul Karim Shadin, Fahamedul Islam.