- Bangladesh menghadapi Malaysia pada laga pembuka Piala ASEAN FIFA 2026 di SUGBK, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
- Pelatih Thomas Dooley menyatakan Bangladesh siap berjuang maksimal meski memiliki peringkat FIFA di bawah Malaysia.
- Partai tersebut dimanfaatkan Bangladesh untuk menguji kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi turnamen SAFF mendatang.
Suara.com - Bangladesh menyadari status mereka sebagai tim nonunggulan saat menghadapi Malaysia pada laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) sore pukul 16:00 WIB.
Namun, pelatih Bangladesh Thomas Dooley menegaskan timnya tidak akan menyerah sebelum pertandingan dimulai.
Dooley ingin anak asuhnya memberikan perlawanan maksimal dan memburu hasil terbaik dalam kejuaraan tersebut.
Dooley mengakui terdapat perbedaan hampir 50 posisi dalam peringkat FIFA antara Bangladesh dan Malaysia.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak akan dijadikan alasan untuk menyerah.
"Saya tahu banyak penggemar di Bangladesh percaya kami datang ke sini untuk mengalahkan semua tim, tetapi kami harus realistis. Malaysia hampir 50 posisi di atas kami dalam peringkat, Singapura sekitar 30 hingga 35 posisi di depan kami, kemudian ada Indonesia," kata Dooley dalam konferensi pers jelang pertandingan.
![Presiden FAM Wanti-wanti Pemain Malaysia: Jangan Bikin Malu Main di Indonesia [Instagram FAM]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/22/82949-malaysia.jpg)
Menurut Dooley, Bangladesh memang bukan tim unggulan dalam turnamen tersebut.
Bahkan, mereka awalnya tidak termasuk tim yang diundang sebelum akhirnya mendapat kesempatan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.
"Kami tahu kami adalah tim nonunggulan di turnamen ini. Pada awalnya kami juga tidak diundang, jadi kami senang bisa berada di sini, mewakili sepak bola Bangladesh di Indonesia dan mencoba mendapatkan hasil bagus melawan Malaysia," ujarnya.
Mantan pelatih tim nasional Filipina itu menilai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan penting bagi Bangladesh untuk menguji kemampuan melawan tim-tim yang memiliki peringkat lebih tinggi.
Pengalaman tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai persiapan menghadapi turnamen SAFF yang menjadi salah satu target utama Bangladesh.
"Kami akan berjuang, mencoba memainkan sepak bola dan mendapatkan hasil terbaik yang mungkin. Tetapi kami tetap realistis," tutur Dooley.
Ia menyadari Malaysia juga tidak ingin kehilangan poin ketika menghadapi tim yang berada jauh di bawah mereka dalam peringkat FIFA.
"Sangat sulit mendapatkan hasil besar melawan Malaysia, tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin," katanya.
Dooley menegaskan Bangladesh tidak ingin menjadikan perbedaan peringkat sebagai alasan untuk menghindari persaingan.