-
Indonesia menantang Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 berbekal rekor 25 kemenangan dari 78 laga.
-
Skuad Garuda belum pernah menang atas Thailand dalam tujuh pertemuan terakhir di semua kompetisi.
-
Kemenangan di GBK menjadi momentum Indonesia merebut gelar juara level senior untuk pertama kalinya.
Suara.com - Timnas Indonesia menghadapi ujian sejarah berat saat berduel melawan Thailand pada laga pamungkas FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10). Pertempuran sengit ini menjadi kesempatan emas Skuad Garuda untuk mengakhiri dominasi panjang sang rival kawasan.
Rekor bentrokan kedua negara memperlihatkan jurang performa yang cukup lebar dalam beberapa dekade terakhir. Dari total 78 laga sejak Agustus 1957, Indonesia mencatatkan 25 kemenangan, 16 hasil imbang, dan harus menelan 37 kekalahan.
Peta kekuatan ini menegaskan status Thailand sebagai batu sandungan terbesar bagi Indonesia di panggung Asia Tenggara. Bahkan dalam tujuh perjumpaan terakhir di seluruh kompetisi, armada Merah Putih gagal meraih satu pun kemenangan.

Catatan kelam tersebut mencakup kekalahan agregat 2-6 pada partai puncak Piala AFF 2020 di Singapura. Skuad Garuda kala itu tak berdaya menahan gempuran Tim Gajah Perang setelah takluk empat gol tanpa balas di leg pertama.
Momen manis kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand tercatat pada laga pertama final Piala AFF 2016 lewat skor 2-1. Sayangnya, keunggulan itu sirna setelah Indonesia menyerah dua gol tanpa balas pada leg kedua di Bangkok.
Pertemuan terakhir kedua tim sendiri terjadi pada fase grup Piala AFF, Desember 2022 lalu. Laga sengit yang berlangsung ketat tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1.
Pertandingan di SUGBK malam ini memegang peran krusial bagi peta jalan sepak bola nasional. Kemenangan tak hanya memutus rekor buruk, tetapi juga mengunci gelar juara level senior pertama dalam sejarah.
Laga ini sekaligus menandai pertemuan perdana kedua tim setelah hampir empat tahun berpisah panggung. Dukungan puluhan ribu suporter di kandang sendiri diharapkan mampu membakar semangat para pemain.
Dirangkum Suara.com, sejarah mencatat bentrokan kedua negara selalu menyajikan pertarungan sengit sejak awal era 2010-an. Indonesia pernah membungkus kemenangan 2-1 atas Thailand pada fase grup edisi 2010.
Namun, Thailand dengan cepat membalas dominasi tersebut dalam laga-laga krusial berikutnya. Mereka membantai Indonesia 4-2 pada penyisihan grup edisi 2016 dan 2018.
Kekalahan telak juga pernah dialami Indonesia saat menjamu Thailand di kualifikasi Piala Dunia 2019 dengan skor 0-3. Hasil imbang 2-2 kemudian diraih saat kembali bertemu pada Juni 2021.
Ketimpangan kualitas sempat terlihat jelas ketika Indonesia digulung 0-4 pada leg pertama final edisi 2020. Upaya bangkit di leg kedua hanya menghasilkan skor sama kuat 2-2.
Rangkaian statistik panjang ini mempertegas betapa ketat dan tingginya tensi rivalitas kedua tim di Asia Tenggara. Pertemuan di GBK menjadi babak baru pencarian raja sepak bola regional.
Sebagai latar belakang, dominasi Thailand atas Indonesia telah terbentuk sejak duel perdana mereka pada 1957. Partai final FIFA ASEAN Cup 2026 ini hadir sebagai panggung pembuktian apakah Skuad Garuda mampu keluar dari bayang-bayang rekor kelam masa lalu.