-
Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti.
-
Empat bek dipercaya menjadi eksekutor penalti karena tampil paling tenang dan klinis saat latihan.
-
John Herdman membuktikan bahwa strategi persiapan adu penalti Timnas Indonesia berjalan sangat efektif.
Suara.com - Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkap pertimbangan di balik pemilihan para eksekutor penalti pada final FIFA ASEAN Cup 2026. Ini karena empat penendang itu berposisi sebagai bek.
Menurut John Herdman, pemain yang dipercaya maju dalam drama adu penalti merupakan sosok yang menunjukkan ketenangan dan ketajaman terbaik selama sesi latihan.
Strategi tersebut terbukti efektif. Timnas Indonesia akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2.
![Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero (tengah) berselebrasi bersama rekannya Elkan Baggot (kedua kanan) dan Jordi Amat (kedua kiri) usai mengalahkan Timnas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/89660-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026-emil-audero.jpg)
Sebelumnya, pertandingan final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026), berakhir imbang 2-2 hingga waktu pertandingan selesai.
Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama menjadi empat pemain dari lima eksekutor penalti yang dipilih Herdman.
Keempat pemain bertahan tersebut berhasil menjalankan tugas dengan baik. Eksekusi mereka membantu Indonesia melewati Thailand dan memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi milik Skuad Garuda.
Herdman menjelaskan bahwa pemilihan eksekutor bukan keputusan mendadak yang dibuat saat pertandingan. Tim pelatih sudah melakukan pemantauan selama masa persiapan untuk mengetahui pemain mana yang paling siap menghadapi situasi tersebut.
"Mereka yang akhirnya menjadi penendang adalah pemain yang tampil paling klinis dalam masa persiapan," kata John Herdman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut Herdman, sesi latihan menjadi tolok ukur utama sebelum menentukan daftar eksekutor.
Para pemain yang menunjukkan kemampuan penyelesaian terbaik mendapatkan kepercayaan lebih besar ketika pertandingan harus ditentukan melalui titik penalti.
"Para pemain ini sangat klinis dalam penyelesaian akhir saat latihan kemarin," tambah pelatih asal Inggris tersebut.
Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut juga mengungkap bahwa beberapa pemain menyerang tidak masuk dalam pilihan awal.
Faktor kepercayaan diri ketika melakukan eksekusi penalti di sesi latihan menjadi salah satu pertimbangannya.
Dengan demikian, Herdman tidak semata-mata memilih pemain berdasarkan posisi atau reputasi. Performa aktual selama latihan justru menjadi dasar utama dalam menentukan siapa yang dianggap paling siap menghadapi tekanan.
Herdman menegaskan bahwa kesempatan menjadi eksekutor penalti harus diberikan kepada pemain yang benar-benar menunjukkan kesiapan.