- Kiper Emil Audero membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK Jakarta pada 5 Oktober 2026.
- Indonesia mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 berkat penyelamatan penentu dari Audero.
- Gelar juara tersebut mengakhiri penantian panjang prestasi regional sepak bola Indonesia selama 35 tahun sejak 1991.
Suara.com - Emil Audero menjadi salah satu sosok paling penting dalam keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Penampilan gemilang kiper Rayo Vallecano itu mendapat sorotan media Spanyol setelah Garuda menaklukkan Thailand di final.
Media Spanyol AS menurunkan laporan berjudul “Audero lleva a Indonesia a la gloria” atau “Audero membawa Indonesia menuju kejayaan” setelah laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Dalam laporan tersebut, AS menyebut Audero sebagai pahlawan baru Indonesia.
Kiper berusia 29 tahun itu dinilai menjadi aktor utama di balik keberhasilan Garuda meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.
![Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero (tengah) berselebrasi bersama rekannya Elkan Baggot (kedua kanan) dan Jordi Amat (kedua kiri) usai mengalahkan Timnas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/89660-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026-emil-audero.jpg)
Indonesia harus melewati pertandingan dramatis sebelum memastikan trofi.
Setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal, laga dilanjutkan ke adu penalti yang akhirnya dimenangkan Indonesia 4-2.
Audero menjadi penentu kemenangan tersebut.
Kiper yang memperkuat Rayo Vallecano itu disebut AS mampu menghentikan dua eksekusi terakhir Thailand sehingga Indonesia memastikan diri sebagai juara.
"penjaga gawang Rayo Vallecano tersebut tampil menentukan dengan menggagalkan dua tendangan terakhir dalam adu penalti sekaligus mengunci gelar juara untuk negaranya," ulas media Spanyol tersebut.
AS mencatat mantan kiper Como itu hanya menjadi pemain cadangan dalam dua pertandingan awal Indonesia menghadapi Singapura dan Malaysia.
Saat itu, posisi penjaga gawang utama dipercayakan kepada Maarten Paes.
Namun, pelatih John Herdman kemudian memberikan kepercayaan kepada Audero untuk tampil dalam dua pertandingan penentuan.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Audero memang kebobolan dua gol ketika Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2, tetapi kemudian tampil jauh lebih menentukan pada laga final melawan Thailand.
AS menilai Audero mampu menjaga Indonesia ketika tim paling membutuhkan kontribusinya. Penyelamatan dalam adu penalti kemudian menjadi puncak penampilannya bersama Timnas Indonesia.
Keberhasilan Timnas Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 juga disebut AS sebagai pencapaian bersejarah.
Gelar tersebut mengakhiri penantian panjang Indonesia selama 35 tahun untuk kembali meraih trofi di level regional.
Timnas Indonesia terakhir kali menjadi juara pada 1991 ketika meraih medali emas sepak bola di SEA Games.
Kini, nama Audero ikut tercatat dalam sejarah setelah menjadi salah satu aktor penting keberhasilan Garuda mengakhiri penantian tersebut.
Penampilan Audero bersama Indonesia juga menjadi kabar positif bagi klubnya, Rayo Vallecano.
Kiper kelahiran Lombok itu bergabung dengan klub asal Madrid tersebut pada musim panas 2026 dengan status pinjaman dari Como.
Dalam tiga pertandingan terakhir sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia, Audero dipercaya menjadi penjaga gawang Rayo.
Catatannya cukup solid dengan enam gol kebobolan dan 12 penyelamatan. Salah satu penampilannya bahkan terjadi ketika menghadapi Real Madrid.