-
John Herdman berambisi menemukan bakat muda Indonesia yang sanggup bermain di Liga Champions.
-
Timnas Indonesia mengalihkan fokus ke Piala Asia 2027 usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
-
Tim pelatih memantau pemain bertalenta di liga domestik serta penggawa abroad secara berkala.
Suara.com - John Herdman mengincar lahirnya pesepak bola muda Indonesia yang sanggup menembus kasta tertinggi antarklub Eropa. Juru taktik asal Inggris itu bertekad mengulang keberhasilannya saat mengorbitkan bintang dunia Alphonso Davies.
Langkah ini menjadi peta jalan jangka panjang demi mendongkrak level permainan Tim Merah Putih di kancah internasional. Pengalaman menggembleng pemain kelas dunia menjadi modal utama Herdman dalam memoles potensi lokal.
"Saya sangat berharap kami bisa menemukan Alphonso Davies-nya Indonesia, pemain berikutnya dari negara ini yang bisa bermain di Liga Champions," kata John Herdman pada konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin.

Keberhasilan merengkuh trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pijakan awal pembuktian kualitas racikan strateginya. Indonesia sukses mengandaskan perlawanan Thailand lewat adu penalti mendebarkan yang berakhir dengan skor 4-2.
Fokus juru racik formasi tersebut kini beralih penuh pada persiapan menghadapi babak utama Piala Asia 2027. Perkembangan mentalitas bertanding anak asuhnya dinilai menunjukkan grafik positif pascaturnamen Asia Tenggara.
"Mereka semakin kuat sebagai sebuah kesatuan, terutama secara mental," katanya.
Aspek kedalaman hubungan antarpeserta menjadi fondasi paling krusial yang dibangun di dalam ruang ganti. Kekuatan emosional dianggap menjadi pembeda utama saat skema taktis mengalami kebuntuan di lapangan.
Rasa persaudaraan serta komitmen tinggi diyakini mampu melipatgandakan daya juang para penggawa Garuda. Prinsip kebersamaan inilah yang terus ditanamkan demi menghadapi tekanan laga-laga krusial.
"Itulah yang sedang kami bangun di sini," katanya.
Para pemain yang tampil di kejuaraan kawasan lalu dipastikan tetap mendapat porsi utama di skuad. Pengalaman kolektif tersebut diproyeksikan menjadi batu pijakan penting untuk navigasi kompetisi mendatang.
Sejumlah pilar potensial seperti Mees Hilgers, Miliano Jonathans, hingga Marselino Ferdinan terus berada dalam pengawasan ketat. Kehadiran mereka diharapkan menambah kedalaman skuad serta kualitas permainan tim nasional.
Pemantauan intensif juga tidak hanya tertuju pada pilar luar negeri, melainkan merambah kompetisi domestik. Radar pencarian bakat terus bergerak aktif menyisir potensi tersembunyi di liga lokal.
Niat Herdman murni didorong keinginan melihat anak asuhnya menembus level elit kompetisi antarklub Eropa. Sosok Alphonso Davies yang kini menjadi andalan Bayern Muenchen dijadikan tolok ukur standar keberhasilan pengorbitan bakat.
"Jadi kami terus memantau sambil berharap munculnya Alphonso Davies-nya Indonesia," katanya.
Keberhasilan membawa Kanada bangkit hingga menembus Piala Dunia menjadi bukti rekam jejak mumpuni Herdman. Kini, sentuhan dingin mantan pelatih timnas Kanada tersebut sangat dinantikan publik sepak bola tanah air.