- Kevin Diks memimpin Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand di SUGBK pada 5 Oktober 2026.
- Kapten Timnas Indonesia tersebut sukses mencetak gol penalti krusial untuk memastikan kemenangan skuad Garuda melalui babak adu penalti.
- Kevin Diks sebelumnya pernah mengalami masa-masa sulit akibat cedera lutut yang tidak ditangani dengan baik saat membela Fiorentina serta Empoli.
Suara.com - Kevin Diks sukses mempersembahkan gelar pertama untuk Timnas Indonesia, juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Melawan Thailand di SUGBK pada 5 Oktober 2026, Kevin Diks yang menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia tunjukkan mental gigih hingga babak adu penalti.
Kevin Diks jadi algojo pertama Timnas Indonesia saat babak adu penalti. Memiliki catatan apik sebagai algojo penalti bersama Borussia Monchengladbach, Kevin Diks dengan tenang mampu merobek gawang Thailand.
Pada babak adu penalti, Timnas Indonesia mampu tumbangkan Thailand dengan skor 5-2 setelah di waktu normal kedua tim bermain imbang 2-2.
Kegigihan dan mental petarung Kevin Diks juga ia tunjukkan saat mathcday terakhir grup A FIFA ASEEN Cup saat Timnas Indonesia melawan Bangladesh.
Gol Kevin Diks lewat sundulan menjadi gol kedelapan Timnas Indonesia saat itu, gol itu jadi peletup semangat Garuda hingga akhir bisa meraih kemenangan 9-2.
![Intip statistik memukau Kevin Diks yang sukses jadi kapten dan bawa Borussia Monchengladbach menang 2-0 atas St. Pauli di Liga Jerman. Ia catat 100 persen duel udara! [Dok. IG Kevin Diks]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/14/76857-kevin-diks.jpg)
Kevin Diks Sempat Alami Frustasi
Perjalanan karier Kevin Diks tidak sepenuhnya mulus. Sebelum jadi andalan di Borussia Monchengladbach, Kevin Diks sempat alami masa-masa suram.
Hal itu diakui Kevin Diks saat wawancara dengan media Belanda, Elfvoetbal beberapa tahun lalu.
Diks saat itu mengungkapkan masalah lutut telah mengganggunya dalam waktu cukup lama.
Menurutnya, cedera tersebut tidak ditangani dengan baik ketika ia masih memperkuat Fiorentina dan Empoli.
Bahkan saat berada di Empoli, ia mengaku tidak pernah benar-benar berada dalam kondisi fit.
"Saya sudah lama bermasalah dengan lutut. Di Fiorentina dan Empoli, cedera itu tidak ditangani dengan baik. Di Empoli saya tidak pernah benar-benar fit," ujar Diks.
Perjalanan rehabilitasi ternyata memberikan tekanan mental yang tidak kalah berat bagi Diks.
Ia mengaku beberapa kali sudah merasa berada di jalur yang benar, tetapi kemudian kembali mengalami kemunduran dalam proses pemulihan.