- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan keterkejutannya atas ekspektasi tinggi suporter terhadap skuad Garuda.
- Dalam wawancara 7 Oktober 2026, ia menyoroti hujatan suporter kepada Ramadan Sananta walau menang 4-0.
- Herdman menilai beban jersey sangat berat bagi pemain karena kritik keras suporter di media sosial.
“Kita bukan tim tiki-taka. Kita tidak tumbuh di lingkungan Spanyol yang mengajarkan gaya permainan latin dengan budaya latih yang membentuk mentalitasnya. Di sini tidak begitu,” kata pelatih asal Inggris tersebut.
Pelatih berusia 51 tahun yang berasal dari Newcastle, Inggris, itu menilai perkembangan sepak bola Indonesia perlu dipahami sesuai dengan karakter dan proses yang sedang dijalani.
Menurutnya, tuntutan terhadap tim tidak seharusnya mengabaikan tahapan yang masih harus dilalui para pemain.
Lebih lanjut, Herdman menyoroti dampak kritik di media sosial terhadap kondisi mental pemain Timnas Indonesia. Ia menilai derasnya hujatan dapat membuat para pemain, terutama yang berasal dari kompetisi lokal, merasakan tekanan besar ketika mengenakan seragam Merah Putih.
“Beban jersey itu sangat berat bagi pemain lokal. Karena hujatan di media sosial. Bahkan ketika kami mengalahkan Saint Kitts 4-0, Sananta dihujat di seluruh negeri, bagi saya ini hal baru. Saya belum pernah melihatnya,” kata Herdman.
Ia menegaskan bahwa besarnya dukungan terhadap Timnas Indonesia juga perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai tantangan yang dihadapi pemain di lapangan.
“Jadi jersey itu bisa sangat membebani," pungkasnya.