-
John Herdman meminta masyarakat menghentikan aksi perundungan terhadap para pemain Timnas Indonesia.
-
Pelatih asal Inggris itu menegaskan pembangunan skuad Merah Putih membutuhkan waktu dan proses.
-
Dukungan positif publik dianggap lebih efektif dibanding kritik destruktif di media sosial.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyoroti maraknya perundungan terhadap pemain di media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melampiaskan kekecewaan dengan menyerang para pemain yang telah berjuang membela Merah Putih.
John Herdman memahami bahwa harapan masyarakat terhadap Timnas Indonesia sangat besar.
Namun, ia menilai tingginya ekspektasi tersebut tidak seharusnya menjadi pembenaran untuk melakukan perundungan, terutama ketika para pemain sudah berusaha memberikan kemampuan terbaiknya.
Menurut John Herdman, mengenakan seragam Timnas Indonesia merupakan sebuah kebanggaan bagi para pemain. Mereka membutuhkan dukungan agar bisa terus berkembang dan memberikan penampilan terbaik di setiap pertandingan.
"Saya melihat anak-anak ini memberikan yang terbaik. Mereka mencoba dan sangat bangga mewakili Garuda," kata Herdman dilansir dari YouTube Liputan6.
Pelatih asal Inggris itu juga mengaku terkejut melihat besarnya tekanan yang dihadapi pemain Timnas Indonesia di media sosial. Situasi tersebut dinilai bisa membuat tanggung jawab membela negara terasa semakin berat.
Herdman pun meminta masyarakat memberikan waktu kepada Timnas Indonesia untuk berkembang. Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menjalani proses membangun kekuatan sepak bola sehingga tidak tepat jika langsung dibandingkan dengan negara-negara yang sudah memiliki tradisi panjang sebagai kekuatan besar di dunia.
"Kita bukan Brasil, Spanyol, atau Prancis. Kita adalah Indonesia. Kita bekerja keras dan menemukan jalan," ujarnya.
Herdman ingin masyarakat memahami bahwa membangun tim yang kompetitif membutuhkan proses.
Dukungan yang positif dinilai lebih bermanfaat bagi perkembangan pemain ketimbang kritik yang berubah menjadi serangan personal.
Ia juga mengajak media dan pihak-pihak yang memiliki pengaruh di ruang publik untuk tidak ikut memperbesar budaya perundungan terhadap pemain.
Menurutnya, mayoritas suporter yang datang langsung ke stadion telah menunjukkan dukungan luar biasa kepada Timnas Indonesia.
Karena itu, perilaku segelintir orang di media sosial tidak seharusnya dianggap mewakili seluruh pendukung sepak bola Tanah Air.