- Kiper Timnas Indonesia Emil Audero mengenang pengalaman berharga saat memulai karier profesional bersama Juventus.
- Massimiliano Allegri adalah pelatih yang memberikan kepercayaan kepada Emil Audero untuk menembus skuad utama Juventus.
- Emil Audero menjalani debut profesionalnya bersama Juventus pada tanggal 27 Mei 2017 dalam usia 20 tahun.
Suara.com - Emil Audero mengenang pengalaman berharga saat memulai karier bersama Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri.
Kiper Timnas Indonesia itu mengaku baru menyadari betapa istimewanya skuad Bianconeri setelah menjalani perjalanan panjang di sepak bola profesional.
Dalam wawancara dengan GianlucaDiMarzio.com, Audero menceritakan bagaimana pengalamannya berlatih bersama para pemain elite Juventus membentuk perjalanan kariernya.
Emil juga memberikan pujian khusus kepada Massimiliano Allegri, sosok yang memberinya kepercayaan untuk menembus tim utama.
Audero menjalani debut bersama Juventus pada 27 Mei 2017, ketika usianya baru 20 tahun.
![Penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero (tengah) berselebrasi bersama rekannya Elkan Baggot (kedua kanan) dan Jordi Amat (kedua kiri) usai mengalahkan Timnas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/89660-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026-emil-audero.jpg)
Momen tersebut terjadi sekitar sepekan sebelum klub asal Turin itu menghadapi Real Madrid dalam final Liga Champions di Cardiff.
"Saya beruntung bisa menjalani debut bersama Juventus yang sangat hebat. Namun, saya pikir Emil yang sekarang akan lebih menikmati pengalaman itu," ujar Audero.
Audero mengaku memiliki kenangan istimewa selama menjadi bagian dari Juventus.
Saat itu, ia terbiasa berlatih setiap hari bersama pemain-pemain kelas dunia sehingga kualitas mereka terasa seperti sesuatu yang normal.
Namun, setelah melewati berbagai pengalaman bersama klub lain, ia mulai memahami betapa tingginya kualitas skuad Juventus yang pernah dibelanya.
"Ketika berlatih setiap hari bersama mereka, semuanya terasa biasa saja. Baru sekarang saya memahami kualitas para pemain tersebut," kata Audero.
Ia menilai para pemain Juventus bukan hanya memiliki kemampuan luar biasa di lapangan, tetapi juga kepribadian yang mengesankan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai penjaga gawang profesional.
Dalam wawancara tersebut, Audero juga mengungkapkan rasa hormatnya kepada Allegri.
Pelatih asal Italia itu menjadi sosok yang memberinya kesempatan naik dari tim Primavera menuju skuad senior Juventus.
Menurut Audero, Allegri memiliki kemampuan istimewa dalam mengelola pemain, termasuk memahami karakter dan cara berkomunikasi dengan individu yang memiliki kualitas tinggi.
"Dia adalah sosok yang luar biasa secara manusiawi dan sangat hebat dalam mengelola pemain. Dia tahu betul bagaimana berhubungan dengan pemain-pemain dengan kualitas seperti itu," ungkap Audero.
Audero juga membandingkan Juventus era Allegri dengan Inter Milan asuhan Simone Inzaghi, dua tim besar yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Saat memperkuat Inter pada 2023, ia berstatus sebagai pelapis Yann Sommer.
Meski hanya bertahan satu musim, Audero mengaku menikmati suasana ruang ganti dan kualitas permainan tim tersebut.
Ketika diminta memilih tim yang lebih kuat, Audero memberikan penilaian berbeda berdasarkan kualitas individu dan kekompakan kolektif.
"Kalau berbicara pemain secara individu, Juventus. Namun, kalau sebagai sebuah tim, Inter," tuturnya.
Menurut Audero, Juventus memiliki pemain-pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan melalui kemampuan individual.
Sementara itu, Inter di bawah Inzaghi memperlihatkan permainan kolektif yang sangat mengesankan.