SuaraCianjur.id- Seroang gadis remaja yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) asal Kabupaten Cianjur, bernama Riski Nur Askia mendapatkan kekerasan dari majikan tempatnya bekerja.
Miris begitu lah kondisi gadis tersebut usai mendapatkan kekerasan dirinyatak mendapatkan gaji sebagai haknya. Majikannya diceritakan begitu kejam memperlakukan dirinya.
Bahkan, ada sebuah cerita yang dialami olehnya di satu waktu mendapatkan perintah dari majikannya terseut. Riski bukan diperintah menggunakan mulut, tapi dilakukan dengan sebuah perlakukan fisik yakni berupa tendangan. Suami majikannya yang melakukan itu.
"Riski ditendang sama suami (majikn), ke kakinya dan pahanya," ungkap Paman dari Riski Nur Askiakata bernama Ceceng, dikutip dari Suara.com, Kamis (27/10/2022).
Kejadian itu kata Ceceng, terjadi ketika Riski diminta untuk mengejar anak dari majikannya yang sedang berlari. Tendangan dari suami majikannya itu sampai bikin kaki Riski sakit. Parahnya harus berjalan pincang sampai sekarang. kini.
Menurut Ceceng tindakan kekerasan tersebut dari majikannya itu kerap diterima oleh ponakannya. Bahkan rambut Riski pun dipotong habis. "Rambutnya juga diplontosin," ungkap Ceceng.
Perlakuan yang diterima oleh Riski, didapat ketika majikan tersebut menilai kalau pekerjaan yang dilakukan oleh Rizki kurang baik dan bagus.
Bukan hanya kaki saja yang mendapatkan luka, kepala Riski pernah dipukul hingga meninggalkan bekas lebam. Majikannya kerap melakukan kekerasan berupa pukulan ke area telinga Rizki.
"Di kuping juga karena sering dipukul mengakibatkan kupingnya itu bengkak. Sama suaminya dipukul terus yang bengkak itu, menimbulkan darah dan nanah ke luar," ungkap Ceceng.
Bukan hanya aksi kekerasan yang dilakukan oleh majikannya, soal haknya sebesar Rp 1,8 juta per bulan sebagai gaji, kerap dipotong oleh majikannya.
Majikan Riski itu disebutkan bernama Ajeng Adelia, sementara suaminya bernama Riki
"Satu bulan saya digaji satu juta delapan ratus. Tapi selalu dipotong kalau saya melakukan kesalahan. Enam bulan kerja saya hanya bisa bawa pulang uang dua juta tujuh ratus saja bapak," kata Riski mengadu langsung ke Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Selasa (25/10) kemarin.
Sumber: Suara.com