“Kalau saya menggambarkan seperti kumis, dipotong bukan semakin lebat tapi semakin manis,” ungkap Pak Bhabin.
![Pak Bhabin bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat sosialisasi pengamanan KTTG20 di Bali. [Foto Tangkapan Layar Instagram]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/11/09/1-pak-bhabin-bersama-kapolri-jenderal-listyo-sigit-prabowo-saat-sosialisasi-pengamanan-kttg20-di-bali.png)
Namun semua yang dirasakan itu sudah terlewat seiring berjalannya waktu.
“Kemarin Om, tapi sekarang saya lihat sudah enggak. Dari komentarnya di Instagram kami juga sudah gak ada lagi. Kemarin sama Kapolri komentarnya juga bagus-bagus,” ucap Pak Bhabin.
Kata Pak Bhabin banyak masyarakat yang melihat kalau Kapolri tampak stress denga napa yang terjadi dengan Polri saat beberapa waktu lalu.
“Pak Kapolri ternyata bisa tertawa juga karena selama ini saya lihat serius terus,” kata dia.
“Ya ialah stres, siapa yang gak stres,” timpal Deddy.
“Itu (Kapolri senyum) kebanggaan yang luar bisaa bagi kami. Karena memang beliau dekat dengan anggota. Hanya tidak terekspos saja, dekat dengan anggota, guyon. Saat bekerja yang bekerja dengan keras,” jawab lagi Pak Bhabin. (*)