"Itu perjalanan ada muter-muter di daerah Kemang, saya tidak tahu ini mau ke mana. Akhirnya kita balik ke kediaman Bangka, kita singgah di kediaman Bangka," lanjutnya.
![Ferdy Sambo dalam ruang sidang melanjutkan agenda persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J di PN Jaksel. [Foto: Suara.com - Arga]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/11/22/1-ferdy-sambo-saat-menjalani-sidang-lanjutan-kasus-pembunuhan-berencana-terhadap-brigadir-j-yang-digelar-di-pn-jaksel-suaracomarga.jpg)
Ketika tiba di rumah Ferdy Sambo Putri turun dengan wajah marah, termasuk emlihat ekspresi Sambo yang juga marah.
"Jadi saat di kediaman Bangka ibu turunsaya lihat kondisi ibu marah, saya enggak berani tanya. FS masuk dan dia juga kayak marah-marah juga. Langsung masuk ke rumah. Abis itu almarhum Yosua bilang 'Cad nanti ada Pak Eben mau datang, rekan bapak', siap bang," terang Bharada E.
'Pak Eben' pun tiba dan Brigadir J meminta kepada smeua ajudan untuk menunggu di luar rumah .
Richard bersama ajudan Farhan dan Alfons menunggu di depan Rumah Duren Tiga. Tiba-tiba dari dalam rumah keluar seorang wanita dengan kondisi menangis. Dia tidak tahu siapa sosok wanita tersebut.
"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar', dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya? karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di dalam ada pak Erben juga di depan rumah," terang Bharada E.
Saat itu wanita tersebut kata Bharada E mencari sopirnya. Kemudian Bharada E membantu untuk mencari sopirnya tersebut.
"Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana, saya lari ke samping panggil drivernya, mobil Pajero hitam, baru drivernya datang, perempuan itu naik langsung pulang," terangnya.
Kuasa Hukum Bharada E mengatakan kalau ciri dari wanita itu berambut pendek dan kulit sawo matang. (*)
Sumber: Suara.com