SuaraCianjur.id- Pasca terjadinya bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung di hari Rabu (7/12) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) turut melakukan monitoring secara ketat.
Monitoring ketat akan dilakukan juga terhadap terpidana kasus bom Bali, Umar Patek. Hal ini dilakukan supaya kejadian bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar tidak terulang lagi.
Menurut Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Umar Patek turut diawasi. Saat ini dirinya sedang mengikuti program deradikalisasi. Dirinya yakin kalau Umar Patek akan kembali ke NKRi dan menjadi warga yang baik.
“Iya benar Umar Patek juga sudah menjalani program deradikalisasi, saya yakin Umar Patek akan menjadi warga negara yang baik. Kami optimis itu karena dalam program yang selama ini dalam Ratas mereka, sangat kooperatif kerja sama dengan petugas yang terdiri dari petugas lapas, densus dan BNPT,” terang Boy di Bandung usai meninjau Polsek Astanaanyar, Kamis (8/12/2022).
Kerjamasama dengan beberapa pihak terkait termasuk dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dalam rangka melakukan monitoring.
"Kita tingkatkan kerja sama dalam sistem monitoring, dengan melibatkan aparatur pemerintah daerah, Forkopimda dan tokoh-tokoh masyarakat. Jadi sistem monitoring dan evaluasi bagi para eks napiter akan kita perluaskan," terang Boy.
Sebagai informasi Umar Patek mendapatkan program Pembebasan Bersyarat (PB). Dia harus mengikuti dan mendapatkan bimbingan sampai tanggal 29 April 2023. Selam waktu tersebut dia tidak boleh melakukan hal yang melanggar hukum. Pergerakn Umar Patek oun turut dipantau, supaya tidak mengulangi lagi kesalahannya.
Tapi apabila Umar Patek kembali melakukan pelanggaran hukum dan jika terbukti, maka hak bersyarat yang diberikan kepadanya akan dicabut. Termasuk penjara akan kembali menjadi alas tidurnya.
![Kepala BNPT Boy Rafli mengunjungi Polsek Astanaanyar yang menjadi sasaran peledakan pelaku bom bunuh diri pada hari Rabu (7/12) kemarin. [Foto: Humas Polrestabes Bandung]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/08/1-kepala-bnpt-boy-rafli-mengunjungi-polsek-astanaanyar-yang-menjadi-sasaran-peledakan-pelaku-bom-bunuh-diri-pada-hari-rabu-712-kemarin.jpeg)
Bom bunuh diri yang terjadi Polsek Astana Anyar mengejutkan smeua masyarakat.
Dalam insiden tersebut anggota Polri bernama Aiptu Sofyan gugur karena meninggal dunia terkena dampak ledakan.
Tak hanya itu dalam ledakan tersebut juga membuat satu orang warga sipil menjadi korban luka.
Identitas pelaku bom bunuh diri bernama Agus Sujatno. Dia membawa ransel dan meledakan diri.Dia juga sempat ingin mendekati para anggota Polisi yang sedang apel pagi. Namun hal itu dicegah oleh anggota lainnya. Agus sempat mengacungkan senjata tajam, sebelum akhirnya bom meledak.
Agus adalah mantan narapidana terorisme, yang bebas pada bulan Maret tahun 2021. Dia terlibat dalam kasus perakit bom Cicendo di tahun 2017 silam. (*)
Kontributor: Yudistira