SuaraCianjur.id - Seks dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan romansa dan keharmonisan dalam suatu hubungan. Namun, ada kalanya hubungan seks suami istri terasa membosankan dan tidak menarik, bahkan dengan orang yang dicintai.
Kurangnya gairah ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya variasi dalam praktik seksual.
Seperti yang diutarakan seksolog dr. Zoya Amirin, pengulangan gaya seksual yang sama bisa menimbulkan kemonotonan tersebut.
"Missionary position lagi, missionary position lagi," ucap dr. Zoya Amirin dikutip Suara Cianjur dari kanal YouTube Gue Sehat, Sabtu (21/1/2023).
Cari Variasi Gerakan Baru
Zoya lalu menyarankan agar pasangan mencari cara baru untuk menjadi intim untuk mengembalikan kegembiraan dan gairah dalam hubungan mereka.
Sebelum mencoba variasi seksual baru, penting bagi kedua pasangan untuk melakukan Seksplorasi.
Seksplorasi adalah proses menemukan setiap aspek tubuh pasangan Anda, dengan tujuan menemukan cara untuk meningkatkan gairah.
"Kita harus bisa mengeksplorasi tiap senti tubuh pasangan kita, sebagaimana kita juga harus memahami tubuh kita," tutur dr. Zoya Amirin.
Pentingnya Pahami Tubuh Sendiri
Zoya menekankan pentingnya memahami tidak hanya tubuh pasangan Anda, tetapi juga tubuh Anda sendiri, untuk meningkatkan pengalaman seksual.
Baca Juga: Biaya Haji 2023 Naik 29 Juta, Akademisi: Tanpa Subsidi Negara Memang Mahal
Seksplorasi ini juga mencakup pemetaan titik rangsangan pada tubuh pasangan Anda, yang dapat membantu menemukan posisi dan gaya bercinta yang tepat.
Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki tentang titik rangsangan pada tubuh Anda dan pasangan, semakin mudah untuk memilih posisi dan gaya bercinta yang tepat.
"Makin kita mengetahui peta titik rangsang di tubuh kita dan pasangan, makin kita mudah memilih posisi atau gaya bermain cinta yang cocok," ucap dr. Zoya Amirin.
Zoya Amirin juga mencatat bahwa apa yang mungkin merupakan posisi seksual yang cocok untuk satu pasangan, mungkin tidak cocok untuk orang lain.
Oleh karena itu, semakin banyak seseorang mengetahui tentang titik rangsangan pasangannya, semakin mudah untuk menemukan posisi yang cocok untuknya. (*)