SuaraCianjur.id- Kabar PHK terhadap karyawannya juga muncul dari sebuah perusahaan streaming musik Spotify.
Spotify dikabarkan akan melakukan PHK di pekan ini, demi mengurangi biaya operasional.
Seperti melansir dari The Straits Times, Selasa (24/1/2023) perusahaan Spotify tidak secara rinci menyebutkan berapa banyak jumlah karyawan mereka yang akan di PHK.
Namun menurut laporan dari peruhsaan music itu, terkini punya sekitar 9.800 karyawan.
Perusahaan musik Sptify yang memiliki basis di Stockholm negara Swedia tersebut sebelumnya sudah memberhentikan sebanyak 38 orang, di studio podcast Gimlet Media dan Parcast. Hal itu terjadi tepatnya di bulan Oktober 2022 tahun lalu.
Di bulan September 2022 Spotify juga sudah memberhentikan sejumlah karyawan editorial podcast.
Pihak manajemen perusahaan sudah membuat komitmen besar terkait dengan program siniar sejak tahun 2019 silam.
Hal itu juga menelan dan lebih dari US$1 miliar, supaya bisa memperoleh jaringan podcast, perangkat lunak pembuatan, layanan hosting, dan hak atas acara populer seperti The Joe Rogan Experience dan Armchair Expert.
Namun demikian podcasting belum memberikan keuntungan kepada pihak investor.
Baca Juga: Rasmus Paludan Bakar Alquran, Menhan Swedia Sebut Akan Terus Perjuangkan Kebebasan Berekspresi
Disebutkan kalau saham Spotify anjlok sampai 66 persen tahun lalu, karena investor mulai bertanya-tanya kapan waktunya keuntungan dapat dilihat dan dirasakan.
Di bulan Juni 2022 Eksekutif Spotify mengatakan, kalau keuntungan bisnis podcastnya baru bisa terlihat dalam jangka waktu satu sampai dua tahun kedepan. (*)