Mencegah Cervical Syndrome di Tempat Kerja: Tips dan Trik Penting

Suara Cianjur Suara.Com
Kamis, 09 Maret 2023 | 15:27 WIB
Mencegah Cervical Syndrome di Tempat Kerja: Tips dan Trik Penting
Ilustrasi pekerja kantoran ((freepik/cookie_studio))

SuaraCianjur.Id- Banyak tugas yang menuntut karyawan untuk menghabiskan lebih dari sepertiga waktu mereka dalam posisi duduk di depan layar laptop, komputer, dan bahkan ponsel. 

Selain itu, waktu mereka juga dihabiskan untuk duduk di kendaraan, saat makan siang dan malam, serta ketika tidur. 

Namun, kebanyakan duduk dalam jangka waktu lama tanpa adanya peregangan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, termasuk masalah pada tulang belakang.

Cervical syndrome adalah rangkaian masalah kesehatan yang dihasilkan dari perubahan pada tulang belakang dan jaringan lunak di sekitarnya, yang mengakibatkan tekanan pada saraf tulang belakang dan menghasilkan rasa nyeri.

Cervical syndrome umumnya menyerang orang yang sudah berusia lanjut, dimana lebih dari 85 persen pasiennya berusia di atas 60 tahun. 

Namun, penyakit ini kini semakin sering muncul pada orang yang lebih muda karena gaya hidup yang kurang bergerak, khususnya pada karyawan yang bekerja di depan layar sepanjang hari.

Gejala utama cervical syndrome adalah nyeri di bagian belakang tubuh, mulai dari leher belakang, pundak, hingga ke punggung. 

Rasa nyeri tersebut akan meningkatkan ketegangan otot di bagian belakang leher, membatasi gerakan leher, serta menyebabkan gangguan seperti telinga berdengung, sakit kepala, dan penglihatan yang kabur.

Agar terhindar dari cervical syndrome, disarankan untuk memperbaiki postur tubuh saat bekerja di depan komputer. Pastikan untuk duduk dengan punggung tegak dan pandangan lurus ke depan. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Bandung yang Unik dan Masih Tradisional

Hindari posisi terlalu menyandar atau terlalu membungkuk karena hal tersebut dapat merubah struktur tulang belakang dan memicu gangguan pada tulang belakang serta saraf tulang belakang yang mengelilinginya.

Gerakan peregangan setiap dua jam sekali sangat penting dilakukan untuk menjaga tubuh tetap rileks dan terhindar dari stres. 

Meskipun terlihat sepele, gerakan ini dapat membantu mencegah terjadinya cervical syndrome. Sebagian besar kasus cervical syndrome dapat diobati dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit dan anti-inflamasi. 

Terapi fisik juga bisa dilakukan untuk mengatasi gejala. Namun, jika terapi konservatif tidak memberikan hasil yang memuaskan, operasi bisa dianggap sebagai opsi terakhir. (*)

(*/Haekal)

Sumber: Instagram Neurofit Clinic

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI