SUARA CIANJUR – Persija Jakarta, musim ini menjadi salah satu favorit juara BRI Liga 1. Dilatih oleh pelatih kelas dunia, Thomas Doll, Macan Kemayoran diharapkan mampu menjadi juara BRI Liga1.
Namun kenyataannya, Persija Jakarta saat ini hanya menempati posisi ketiga di bawah PSM Makassar dan Persib Bandung.
Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll mencurahkan isi hatinya selama melatih. Menurutnya, selama melatih, dirinya banyak sekali diberikan cobaan.
“Semua masalah muncul. Ada penundaan liga, pemanggilan timnas, laga bubble, Yusuf dan Hanno tidak ada. Pemain dan asisten sempat sakit. Ini sangat sulit,” ujar Thomas Doll, dikutip dari akun Instagram @kaikofootballnews, Sabtu (8/4/2023)
Selain itu dirinya diuji dengan banyak anak asuhnya dipanggil untuk timnas, sehingga kekurangan pemain untuk bertarung di kompetisi.
“Ada 6 pemain dipanggil timnas senior dan 6 pemain di U-20, lalu masih ada pertanyaan, 'Coach, apakah anda ingin jadi juara?'. Apa itu mungkin? Ketika kami selalu ditempatkan pada posisi sulit seperti ini sepanjang musim berjalan," lanjut Thomas Doll.
Atas kondisi ini, Thomas Doll mengungkapkan bahwa dirinya merasa capek.
“Jadi ya inilah kondisinya, saat ini banyak sekali masalah di tim kami. Jujur, saya sangat capek. Jujur," tambahnya.
Meski demikian, pelatih asal Jerman tersebut merasa bangga dengan atas apa yang diraihnya sampai saat ini.
Baca Juga: Prediksi Persis Solo vs Persebaya Surabaya di BRI Liga 1: Head to Head, Skor dan Link Live Streaming
"Tapi di luar itu, saya bangga dengan semua pemain yang ada. Karena dengan apa yang terjadi, tidak ada yang menyangka kami bisa jadi salah satu kandidat untuk juara. Tapi sekarang sudah tidak mungkin karena semua masalah ini, apalagi hanya tersisa 5 laga saja,” lanjut Thomas Doll.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi apakah Thomas Doll masih akan melatih Persija Jakarta musim depan. Namun melansir dari transfermark, Thomas Doll diharapkan bertugas bersama Persija Jakarta hingga 30 Juni 2025. (*)