SUARA CIANJUR - Laksamana TNI Yudo Margono mengumumkan bahwa sekitar 18.000 anggota militer akan ditugaskan untuk membantu kepolisian dalam menjaga keamanan selama masa mudik Idul Fitri.
Prajurit yang jumlahnya ribuan tersebut akan berasal dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
“Nanti jajaran TNI AD, TNI AL, dan TNI AU kurang lebih 18.000 prajurit akan kita kerahkan untuk membantu Polri dan pemerintah daerah dalam pengamanan ini,” ujar Laksamana Yudo.
Panglima TNI telah mengumumkan bahwa sekitar 18.000 prajurit dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara akan dikerahkan untuk membantu kepolisian dalam mengamankan mudik saat libur lebaran.
Selain itu, TNI juga telah menyiapkan alutsista jika dibutuhkan. KRI Banjarmasin 592 telah disiapkan oleh Kolinlamil untuk mengangkut pemudik secara gratis selama arus mudik dan balik.
Rute perjalanan yang tersedia adalah dari Jakarta dan Semarang menuju Surabaya saat arus mudik, dan dari Surabaya menuju Semarang dan Jakarta saat arus balik.
Pendaftaran mudik gratis dapat dilakukan di tiga kota, yaitu Mako Kolinlamil Jakarta, Mako Lanal Semarang, dan Mako Satlinlamil 2 Surabaya.
Panglima TNI juga berencana menyelenggarakan mudik gratis khusus untuk prajurit.
“Yang mudik bersama ini juga kami acarakan nanti baik TNI AD, TNI AL, TNI AU, Mabes TNI untuk mudik bersama khusus prajurit. Kami berangkatkan secara bersama-sama naik bis ke daerah-daerah yang dituju,” papar Laksamana Yudo.
Baca Juga: Paripurna DPR Sepakat Perpanjang Pembahasan RUU EBET, RUU KIA, dan RUU KSDAHE
Mudik khusus prajurit akan berlangsung pada tanggal 19 April untuk keberangkatan, dan 26 April untuk angkutan balik.
“Ya nanti pada 19 April kami gerakkan bersama-sama menggunakan kendaraan yang mudik. Tidak semua (prajurit) mudik ya, nanti kami atur, siapa yang jaga, siapa yang standby, siapa yang mudik secara bergantian,” terangnya.
Yudo menyatakan bahwa TNI telah menghadiri rapat bersama Mabes Polri, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan kementerian/lembaga lainnya untuk membahas pengamanan mudik.
Hasil dari rapat tersebut menyimpulkan bahwa pemerintah memperkirakan adanya kenaikan jumlah pemudik yang signifikan.
“Kami (sudah) meninjau penyeberangan di Bakauheni, tentunya TNI akan mem-BKO (memperbantukan, red.) prajurit membantu Polri untuk pengamanan mudik lebaran ini,” jelas Panglima TNI. (*) [ANTARA]
(*/Haekal)