SUARA CIANJUR - Repressed anger atau kemarahan yang tertekan adalah kondisi di mana seseorang menyimpan perasaan marah di dalam dirinya tanpa mengekspresikannya secara langsung.
Banyak orang yang mengalami repressed anger karena mereka tidak tahu bagaimana cara mengatasi emosi yang mereka rasakan.
Menurut Dr. Susan David, seorang psikolog klinis terkenal, "Ketika kita mengabaikan atau menekan emosi kita, mereka tidak hilang; mereka muncul dalam cara lain, seringkali cara yang kurang produktif."
Hal ini disampaikan dalam video YouTube milik TEDx Talks dengan judul "The Gift and Power of Emotional Courage".
Dalam video tersebut, Dr. David menjelaskan bahwa repressed anger dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental.
"Biaya untuk menahan emosi ini sangat tinggi - dari sistem kekebalan yang lemah hingga pengambilan keputusan yang buruk dan hubungan yang rusak."
Dari kutipan-kutipan tersebut, dapat disimpulkan bahwa repressed anger bukanlah masalah yang sepele.
Bagi mereka yang mengalaminya, penting untuk mencari cara yang tepat untuk mengatasi dan mengeluarkan emosi yang tertekan.
Mengabaikan atau menekan emosi hanya akan membawa dampak buruk pada kesehatan fisik dan mental seseorang.
Baca Juga: 5 Fakta Klarifikasi Tenri Ajeng, Bantah Pernah Berhubungan Badan dengan Virgoun
Oleh karena itu, jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli psikologi jika Anda mengalami repressed anger yang berkepanjangan. (*)
Sumber: Youtube Ted dan Instagram Ibunda.id
(*/Haekal)