SUARA CIANJUR – Federasi sepak bola Indonesia, PSSI sedang dalam proses audit keuangan. Hal ini dilakukan karena masalah keuangan yang terjadi imbas pemberian hadiah terhadap juara BRI Liga 1 2022/2023, PSM Makassar.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menggandeng firma audit asal Inggris, Ernst & Young. Hasilnya cukup mencengangkan.
Melansir dari laman Twitter @FaktaSepakbola, Selasa (9/5/2023), beberapa hasil telah diumumkan, diantaranya adalah, Pertama, pada periode 2017 – 2019, pembukuan keuangan samaka sekali tidak tercatat.
Kedua, Periode 2019-2023, sudah mulai tertata dan ada perbaikan, dalam urusan transaksional dan prosedur pengeluaran dana. Namun, akuntansi yang digunakan masih manual, dan tidak menggunakan sistem akuntansi apapun.
Ketiga, Tahun 2023, di periode kepengurusan Erick Thohir, PSSI akan menggunakan sistem akuntansi yang benar dan valid, sesuai hasil masukan dari firma audit E&Y.
Hasil ini menujukkan pada kondisi keuangan PSSI sangat parah pada periode 2017 – 2019. Hal ini sontak langsung mendapat respon negatif dari publik.
“2017-2019 gak ada Pembukuan Tuh kek rada aneh selama itu gak ada Pembukuan, Nah pas Kongres Laporan keuangan gimana? Atau hilangnya pembukuan 2017-2019 ini ada sangkut Pautny sama Kasus JD dulu yg pengerusakan Barbuk?? Bisa jadi yg di hlangkan /di rusak itu Pembukuan ny,” komen netizen dalam akun @FaktaSepakbola. (*)