SUARA CIANJUR - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap penggunaan format 'Championship Series' dalam menentukan juara BRI Liga 1 2023/2024.
Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengadopsi sistem 'Reguler Series' atau kompetisi berjalan seperti biasa dengan pertandingan kandang dan tandang selama 34 pekan, tidak mendapatkan respons positif dari Doll.
"Ketika saya mendengar ini untuk pertama kali, saya berpikir bagus untuk penonton dan orang-orang di rumah," kata Thomas Doll.
Namun, ia melanjutkan dengan menyampaikan keraguannya terhadap sistem tersebut.
Ia menyoroti situasi di mana setelah melalui musim yang panjang, tim yang berada di peringkat pertama memiliki selisih poin 15 dari klub yang berada di posisi keempat.
"Tetapi, ketika Anda memikirkan, setelah musim yang panjang, tim peringkat pertama jaraknya 15 poin dengan klub posisi keempat, dan Anda harus bermain lagi," lanjutnya.
Namun, dengan format Championship Series, klub posisi keempat memiliki kesempatan untuk mengeliminasi tim peringkat pertama tersebut.
"Klub posisi keempat itu memiliki kemungkinan untuk menyingkirkan Anda. Maksud saya, bagi saya sistemnya agak aneh. Saya akan melihat bagaimana sistem itu bekerja." pungkasnya. (*)
Baca Juga: PDIP Warning Effendi Simbolon, "Dukung Ganjar Pranowo, Bukan Kandidat Lain"