SUARA CIANJUR – Manajer Timnas Indonesia, Sumarji memberikan pembelaan soal pemain yang mengikuti pendidikan kepolisian. Menurutnya, para pemain ini tetap bisa membela timnas Indonesia meskipun sedang dalam proses pendidikan.
"Bisa dong. Walaupun kesembilan pemain ini lagi pendidikan, mereka bisa tetap membela timnas U-23 Indonesia di Piala AFF U-23 2023 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2024," ujar Sumarji, dikutip dari laman Instagram @timnasindonesiainfo, Selasa (1/8/2023).
Hal ini sontak menuai kicauan netizen. Beberapa diantara mereka memberikan sindiran, namun juga ada yang memberikan dukungan.
“Gimana caranya udah gak main bola selama 4bulan tapi bisa masuk timnas? gimana kabarnya anak muda skrng yang lagi pokus ke sepakbola,” komen salah satu netizen.
“Kita hidup cari tenang dan aman kalo dia nyamannya di kepolisian yaudah gpp toh dia ngeraih dgn usahanya sendiri,” komen netizen lainnya.
Sementara itu, terdapat sembilan pemain timnas Indonesia yang sedang mengikuti pendidikan kepolisian ini. Adapun nama-namanya adalah Muhamamd Ferarri, Kakang Rudianto, Ginajar Wahyu, Frengky Missa, Ananda Raehan, Dimas Juliono, Rabbani Tasnim, Daffa Fasya, dan Muhammad Faiz Maulana.
Selain mendapat sorotan dari netizen, pelatih Persja Jakarta, Thomas Doll juga berikan kritik terhadap hal ini. Menurutnya, di Eropa tidak pernah ada pemain yang mengikuti kegiatan lain dan harus absen dalam jangka waktu yang lama di tengah kompetisi yang sedang berlangsung. (*)