SUARA CIANJUR - Berbicara tentang Al-Qur'an sebagai obat, Dr. Zaidul Akbar seorang ahli kesehatan ternama, mengungkap manfaat luar biasa dari mengamalkan ayat suci, sebagai penyembuh dalam kitab suci Islam.
Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam, yang mengandung ayat suci dan memiliki kekuatan penyembuh atau menyembuhkan.
“Bolehkah kita membaca Al-Qur’an dalam rangka meminta kesembuhan?,” ungkap salah satu warga dalam acara kajian.
“Loh janjinya Allah ada ko, jadi boleh lah,” ungkap Dr. Zaidul Akbar dalam sebuah kajian yang dibagikan di channel YouTube pada (01/08), dikutip Suara Cianjur.
Dr. Zaidul Akbar memahami ada empat kata sifat atau “syifa” dalam Al-Qur'an, yang berarti penyembuh.
Salah satunya adalah madu, yang sudah terkenal akan khasiatnya dalam pengobatan alami sejak zaman dulu, dan tiga kata sifat lainnya diwakili oleh Al-Qur’an.
“Dalam madu itu terdapat kesembuhan, maka kalau kita minum madu, ya jangan sekedar minum aja, tagih janji Allah dari situ,” tambahnya.
Namun, Dr. Zaidul Akbar menekanan kembali, bahwa memanfaatkan obat dari Al-Qur'an bukan sekedar membaca ayat nya saja.
Lebih dari itu, kita perlu mendekatkan diri dengan Al-Qur'an, dan menghayati makna dari setiap ayat yang dibaca nya.
Baca Juga: Dieksekusi Pengadilan Hari Ini, Rumah Guruh Soekarnoputra Dijaga Ketat!
“Kita ini mungkin kurang interaksi dengan Qur’an, sehingga Qur’an ngga bisa menjadi penyembuh sebagaimana yang dijanjikan Allah, ngga yakin dengan adanya doa, ngga ada getar-getarnya, mau sampai kapan kayak begitu,” tekannya.
Dr. Zaidul Akbar juga menyampaikan, bahwa berdoa dengan keyakinan adalah kunci dalam mendapatkan manfaat dari obat Al-Qur'an.
Memadukan doa dengan membaca Al-Qur'an, dapat meningkatkan efek penyembuhan dan menciptakan getaran positif yang mendukung proses penyembuhan.
“Surat yang hubungannya dengan kesembuhan, yang paling utama itu surat Al-Baqarah sama surat Ali-Imron,” sarannya.
Dr. Zaidul Akbar mengajak masyarakat untuk lebih mengenal Al-Qur'an. Membaca Al-Qur'an dengan penuh keyakinan, adalah langkah awal dalam menghadapi masalah kesehatan (*).
(*/Haekal)